Thursday, 16 June 2011

Heeiii, perasaan apakah ini?

Tadi, hari ini, bertemu Abang lagi, walaupun tadi bukanlah pertama kalinya gue bertemu Abang lagi setelah dia menghilang tiba-tiba karena gue pernah bertemu Abang sebelumnya, sekitar sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 2 Mei 2011. Saat itu gue pikir semua rasa untuknya sudah tidak ada lagi, karena saat itu, walaupun gue cukup deg-degan saat melihatnya, gue masih bisa menahan diri dan saat dia pergi dengan senyumnya, sesedih apapun gue, gue masih bisa membiarkannya pergi.
Tapi hari ini, entah bagaimana, keadaan kembali seperti semula, kembali kemasa lalu, dia menggenggam tangan gue dan membiarkan gue bersandar. Pesonanya kembali menggoda iman gue.
Gue sangat tidak suka saat Abang menggenggam tangan gue, tapi anehnya gue selalu membiarkan dia untuk menggenggam tangan gue dan berharap dia tidak akan pernah melepaskannya, guepun takut tidak akan bisa merelakannya pergi. Benci saat dia membiarkan gue bersandar dipundaknya, tidak bisakah dia membentak gue dan bilang jika gue tidak boleh melakukan hal itu, dia malah membuat gue merasa semakin nyaman berada di sampingnya. Benci saat teman-temannya mulai memikirkan hal yang aneh-aneh tentang kita berdua, dia tidak membela diri sama sekali. Dan yang paling gue benci dari dia adalah karena menurutnya gue itu lucu, tidakkah dia mengerti gue tidak ingin menjadi lucu dimatanya, gue ingin lebih dari lucu.

0 comments:

Post a Comment