Thursday, 29 September 2011

Gendut

saat kalian melihat orang gendut, apa yang ada dipikiran kalian? mungkin beberapa dari kalian akan mengatakan bahwa kami adalah orang yang pemalas, tidak suka bergerak dan semacamnya. kami? yeah, gue adalah salah satu dari orang gendut yang ada di dunia, tapi gue cukup banyak bergerak, gue suka jalan-jalan *jalan-jalan yang benar-benar jalan*...

sebenarnya apa yang salah dari menjadi orang gendut? bahkan gue sendiripun sampai sekarang belum mengerti kenapa orang-orang memandang aneh orang gendut, nggak apa-apa deh yaaa, sekalian curhat ajeee  yeee gue. sebenernya gue menulis ini bukan hanya karena gue ingin curhat aja tapi karena tadi saat gue pulang ada dua orang anak SMA *sepertinya mereka bersahabat baik* mereka memang terlihat lebih besar jika dibandingkan anak lain yang sebaya dengan mereka, salah satu dari mereka terlihat seperti habis menangis, sedikit yang gue tangkap dari pembicaraan mereka, sepertinya gadis manis itu baru saja mengalami hari terburuk di sekolah, sepertinya ada beberapa anak laki-laki yang mempermasalahkan badan suburnya, gue sedikit sedih, seakan gue juga baru saja mengalaminya, memang gue pernah mengalaminya, tapi itu terjadi bertahun-tahun yang lalu tapi itu sudah bukan masa gue...

sejak kecil gue memang sudah seperti ini, betapa beratnya menjalani hidup gue seperti itu *berat bukan berat badan gue yaa*. menjadi anak yang berukuran lebih besar daripada anak lain tidak begitu mudah, setiap hari banyak kata-kata yang tidak mengenakan yang dilontarkan untuk gue, pada dasarnya gue bisa menahan diri, tapi jika sudah menjorok ke keluarga gue sudah tidak bisa terima kata-kata mereka. untungnya tidak pernah ada kasus penganiayaan fisik yang gue terima yang ada malah gue meninju salah satu anak lelaki yang menghina gue, untungnya dirumah setidaknya setiap anak saling menghormati *mungkin karena kami juga menyadari jika orangtua kami mengawasi kami :)*...

pernah ada saat-saat dimana gue sangat merasa terpuruk, merasa begitu jelek, merasa begitu berbeda, merasa begitu marah, untungnya gue bertemu Raden Alm *O God, gue kangen banget sama Aden :(, kenapa orang baik selalu pergi lebih dahulu*. Adenlah yang membantu gue untuk mencintai diri sendiri, berusaha menerima diri gue apa adanya, tidak mendengarkan setiap kata-kata jahat dari anak-anak yang tidak mengerti kehidupan kami. bagaimanapun gue melewati masa kecil seperti ini, dengan hinaan yang dilontarkan dari anak lain, gue berbeda dengan anak lain, gue tumbuh menjadi orang yang tidak pede, tidak suka bicara dan sebagainya *sekali lagi gue syukuri gue memiliki teman yang sungguh menakjubkan, walaupun masih aja ada "hinaan" yang menyakiti hati tapi bagi mereka itu hanya candaan yang bisa bikin orang lain ketawa*...

mungkin karena ini juga gue lebih suka menyendiri, lebih suka untuk bekerja sendiri dan paling benci jika harus bekerja kelompok, ada bagian dari masa-masa itu yang masih menempel dalam diri gue, trauma, luka yang masih membekas dalam jiwa gue, luka yang tidak akan pernah sembuh.gue sudah cukup dewasa untuk menerimanya, gue melewati begitu banyak hal, memiliki teman yang mendukung gue, memiliki seorang kekasih yang mau nerima gue apa adanya yang menarik gue dari keterpurukan gue adalah salah satu hal yang membuat gue kembali bangkit walupun gue belum sepenuhya bisa bangkit dan melupakan masa itu...

mungkin bagi kalian orang-orang yang kurus, yang cantik, yang ganteng, kami adalah object bagi kalian untuk kalian jadikan bulan-bulanan, kalian merasa kalian sempurna, apalagi jika ada yang ngatain tapi orangnya ya ampuuuun muka udah kaya apa tau *huuaaaah, maaf kebawa emosi* gue minta untuk kalian sadar apa yang telah kalian lakukan kepada orang gendut ini, kalian menghinanya membuat luka dihatinya, kalian mencemoohnya, menghilangkan kepercayaan dirinya, kalian mengucilkannya membuat kami membenci diri kami sendiri, kalian tahu berapa lama gue bergulat dengan hal ini, cukup lama. kalian pernah kecil, pasti ada diantara kalian yang pernah melakukan hal hina itu, kalian  telah membentuk kami seperti ini. gue hanya ingin kalian sadar akan hal itu.

Sunday, 25 September 2011

Cerita cinta

gue jadi kangen sama si Irwansyah. uhm, haruskah gue mensensor namanya mulai sekarang? entahlah...

namanya Irwansyah Hadi, Hadi itu berarti "Pembawa Pesan" percaya atau tidak, dia bahkan nggak tahu apa arti Hadi itu sendiri. dia bilang Irwan itu berarti "Lontong" yang berarti "Pembawa Pesan Lontong" *jayus emang tu anak kadang* tapi gueakan  ketawa aja gitu saat dia ngelawak *modus*.

udah lama nggak ketemu, dua atau tiga minggu, well, sebenernya gue agak sedikit lebai karena hari minggu minggu ini gue melihatnya maksud gue sudah lama tidak ngobrol bareng dia.

sekitar dua atau tiga minggu kita nggak bertemu satu sama lain. terakhir bertemu alhamdulillah yaah *Syahrini Version* gue diberi waktu sekitar satu setengah jam untuk bicara dengannya.

kita ngobrolin apa yaaa? sebenernya lebih banyak dia yang bercerita tentang cewe'nya, dan mantannya *as usual*. terakhir melihat Cewe'nya, Cewe'nya itu bertanya kedia tentang siapa gue. hebatnya Irwan bilang "sebelum bertemu kamu, aku udah kenal dia, jadi dia temen aku yang paling lucu (-__-")". tapi tenang gue nggak cemburu, tapi entahlah, gue agak kurang suka dengan wanita itu. hhahhaha.

lalu, dasshhhh, dia bertanya tentang pria Bali yang dulu pernah gue ceritakan. lucunya, gue bahkan tidak ingat untuk menceritakan ke Irwan jika kami sudah bersama hampir sebulan. dia agak sedikit marah saat tau, karena gue tidak pernah bilang kedia. tapi murni bukan salah gue emang, kenapa gue harus menceritakan ke dia jika dia sama sekali tidak pernah bertanya.

dia mengatakan gue haruslah berhati-hati dengan cinta gue untuk Bli Orda, karena perbedaan yang kami miliki. yeah, gue bilang hal itu tidak perlu dikhawatirkan, gue akan baik-baik saja dan tidak akan ada masalah yang terjadi #tampangpesimis. karena kita masih muda, gue hanya ingin ini tidak menjadi beban untuk gue, kami pribadi belum memikirkan hal yang jauh, seperti pernikahan atau semacamnya. apalagi kami menjalani hubungan yang seperti ini, terpisah dengan laut *Bali maksud gue, itu laut apa selat yaaak? hhahhahaha*

gue kangen banget sama Dia *disini kita sedang membicarakan Irwan yaaaa, karena sebenernya gue tidak hanya kangen sama Irwan tapi sama Bli, sama semua Teman gue, Aulia Tirani, Ros Azizah, Ria Ismayani, Citra Pratiwi dan semua teman-teman gue yang ada di UNJ, gue sangat merindukan lawakannnya yang jayus, yang selalu bisa bikin gue tertawa :)

Wednesday, 21 September 2011

satu jam saja

Satu jam saja, lagunya Audy yang lagi sering banget keputer di playlist gue, taukan lagunya yang mana? Perlu gue nyanyiin? Oke, gue akan nyanyiin "Ehm.. Ehm.. Jangan berakhir, aku tak ingin berakhir.
Satu jam saja, ku ingin diam berdua, mengenang yang pernah ada" #nyanyi dengan suara merdu# *krikrikrik

Lagu ini, entah mengapa selalu berhasil membuat gue menangis tersedu, huahahaha ::ngakak sampe teguling guling::

tapi gue serius, lagu ini, membuat gue sadar, bahwa begitu berharganya waktu yang kita miliki, banyak hal sudah terlewatkan.

"...Jangan berakhir, karena esok takkan lagi, satu jam saja, hingga kurasa bahagia mengakhiri segalanya"

Lagu ini membuat gue merindukan seseorang.... Uhm, sebenarnya banyak orang. Tentunya gue merindukan semua teman-teman kuliah gue dulu, tentang kepindahan gue, yang pastinya harus meninggalkan semuanya. Yaaaa, yang pasti gue merindukan mereka semua, merindukan masa-masa kejayaan kami saat bersama. Jika di pikir-pikir, satu jam tidak akan cukup untuk mengenang semua yang telah berlalu, tapi jika memang hanya itu yang gue punya... apa boleh buat, lebih baik daripada tidak.

Monday, 5 September 2011

Lebaran H +3

yeeeeiiiiiii, akhirnya lebaran keluar juga. jalan-jalan nggak jelas. libur lebaran kangen Jakarta, pengen banget jalan-jalan ke Jakarta, mau liat Jakarta yang katanya sepi :)), selama lebaran nggak kemana-mana, cuman di rumah, pergi cuman lebaran hari pertama sama lebaran hari ke lima, itupun nggak ke Jakarta, gue pergi ke Bogor sama Tangerang, hadeeuuuuh, pada nggak tau apa gue pengen banget jalan ke Jakarta. akhirnya diijinin juga gue jalan ke Jakarta ;D yang pasti bener kata berita yang bilang Jakarta sepi, dari Pamulang ke Lb. Bulus itu cuman 20 menit, lama nunggu angkot, naik P20 lamanyooooo, pake acara ngetem sopirnya.

banyak hal tidak terduga yang terjadi sebenernya hari itu, hal paling mengejutkan adalah gue bertemu Ikkie :)) itu bener-bener nggak pernah gue harapkan sebelumnya. Maksud gue, gue harusnya tau karena dia memang bekerja disana. Tidak sengaja bertemu bahkan tidak melihatnya ada di shelter, dia langsung berkata "Hi, bla bla bla bla" hhaha, ya dia ngomong panjang lebar, membicarakan pekerjaannya yang tidak gue mengerti, lalu kita lebaranan, dia bilang gue harus lebaranan sama dia karena gue banyak salah sama dia, uhm, masalahnya salah gue ke dia apa yak, ngapa jadi gue yang minta maaf -_-" emang kadang tu orang rada-rada deh, ckckck.

O iya, gue melakukan hal bodoh hari itu, gue bertemu seseorang yang mirip Slamet, kali ini benar-benar mirip. Gue bertanya padanya apakah namanya Slamet dan itu cukup membuat gue bodoh didepan semua orang dan 2 orang temannya. Thank god, he's a very nice guy :) cukup membantu untuk mengurangi rasa bersalah gue saat dia tersenyum dan berkata "...ga apa apa muka saya memang pasaran". Arghhh, sumpah gue penasaran banget makanya gue nanya ke dia T.T

pulangnya, ugh, menakjubkan, gue melihat "kaka" yang mirip Ade di Ragunan :D Huaaaah, senangnya. Naek busway kan gue ya pulangnya, seperti biasa, turun di DepTan, karena itu hari libur DepTan penuhnya kebangetan, yang turun itu diturunin dipinggir jalan pake tangga tingkat yang biasanya dipake buat naro pot bunga. Bagian yang gue bilang menyenangkan adalah saat gue turun dan "kaka" ini ada di tangga sebelah kanan gue, sebenarnya dia seperti tidak sedang bekerja, hanya sedang kumpul dengan teman-temannya, karena seharusnya dia tidak disana. Dia berdiri di samping tangga sebelah kanan dengan seorang temannya, yang bertugas menggandeng tangan penumpang itu temannya, tapi saat gue turun gue menyodorkan tangan gue ke "kaka", hhaha. Agak maksa memang, tapi dia tetap membantu gue turun. Hhehe.

Jadi begitulah cerita lebaran hari ke 3 gue, cukup menyenangkan *buat gue*. Semua yang terjadi hari itu adalah kejutan, Karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi bahkan satu menit ke depan :))