Wednesday, 2 May 2012

I learned my lesson

2 Mei 2011, setahun yang lalu, gue masih bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi hari itu, senin pagi yang seperti hari-hari kerja lainnya di TransJakarta BusWay. gue mendapatkan kejutan padahal hari itu bukan ulangtahun gue, bukan juga april fool day. hebatnya kejutan itu tidak begitu mempengaruhi gue, walaupun gue akui itu membuat mood gue sepanjang hari, tapi gue masih bisa mengendalikan diri gue. 
Abang Abdul Rosyidlah yang menjadi kejutan gue hari itu, pria ini menghilang sekitar 4 bulan, terakhir bertemu dengannya dia tidak mengatakan apapun, tidak juga memberikan signal kepergian atau apapun. gue sungguh membencinya karena hal itu. sebulan pertama gue benar-benar frustasi karenanya, dua bulan berlalu gue mulai merelakannya dan berfikir mungkin kepergiannya memang yang terbaik buat semua (baca: gue dan Abang). gue belajar memaafkan, walaupun luka itu belum sembuh benar. gue mulai membiasakan diri tanpanya. tiga bulan berselang gue mulai melupakannya, gue mulai kembali ke kehidupan normal gue (walaupun gue nggak tau hidup normal itu kaya apa).
lalu pada senin pagi yang cerah di TransJakarta Busway yang panas dan penuh sesak di JTM 060, setelah 4 bulan 7 hari menghilang gue melihat sosok pria ini. dengan senyum dan tatapannya. saat itu gue pikir semua hal yang sudah gue bangun sejak kepergiannya akan hancur berantakan, apa yang gue harapkan tidak benar-benar terjadi, gue tidak berantakan, gue masih berdiri tegak dan tersenyum dan saat dia beranjak untuk pergi gue bisa merelakannya.

0 comments:

Post a Comment