Friday, 11 November 2011

not a cheapskeat

"irit", sebelnyoooo klo ada orang yang manggil gue begitu, apalagi klo iritnya masalah makanan, *man, look at me? I'm typically not stingy with my money on food, I just careful of it (“¬¸¬)*. bukan pelit dalam arti kata gue punya makanan dan nggak mau bagi-bagi orang yaaaaa, lebih ke kalo makan dan gue hanya beli makan tanpa minum *biasanya klo gue makan dengan teman dipinggir jalan*, bukannya gue nggak mau beli minum karena pelit, masalahnya gue selalu membawa tempat minum yang selalu bisa gue isi ulang dengan 2 minuman mineral gelas seharga Rp. 500.-/gelas dan pada dasarnya gue memang tidak suka minum minuman teh kemasan gelas yang dipinggir jalan, kecuali ada warung kecil yang menjual minuman teh botol/estee dingin *tanpa es batu*. karena minuman gelas yang Rp.2000,- terlalu manis buat gue karena gue sudah cukup manis tanpa minum itu #modus (‾ ᴥ ‾)


gue adalah bolangers *hhaha, itu bahasa gue sendiri untuk menyebutkan diri gue sebagai bolang sejati*, saat ngebolang biasanya gue sekalian wisata kuliner. gue suka yang namanya melakukan hal baru dan mencoba makanan baru, menghabiskan uang untuk makanan bukan masalah untuk gue mau enak mau nggak yang penting bisa gue jadiin refrensi buat resto favorite atau nggak. apalagi akan mempermudah gue jika gue sedang ngidam dengan satu makanan *seperti yang sudah-sudah*. gue akui, gue memang sedikit irit, dalam arti kata gue tidak suka menghabiskan uang untuk sesuatu yang kecil dan tidak begitu penting sehingga beberapa orang mengatakan jika gue adalah orang yang pelit menghabiskan uang khususnya untuk teman-teman yang baru mengenal gue. dalam kata lain, gue suka menyimpan uang, mengumpulkannya dan saat sudah terkumpul cukup banyak gue bisa menghamburkannya tanpa memikirkan akan kehabisan uang *\(¯З¯)/*.


uang adalah sesuatu yang penting memang, buat gue pribadipun begitu. apalagi gue suka jalan-jalan nggak jelas dan uang memang sangat dibutuhkan *walaupun hanya sekedar jalan di sekitaran Jakarta doang*. tapi ada saatnya dimana gue bisa "membuang-buang" uang dan ada saatnya pula gue menghemat pengeluaran untuk gue hamburkan besok. hhahaha.

Tuesday, 8 November 2011

Mata SOLEH

---Jakarta, TransJak Kor 6 10.8 Ragunan, Agustus 2010---

"Masih tidak menyangka jika dia memiliki mata yang indah :))

Bahkan tidak pernah sekalipun terlintas dibenak ini jika mata yang sangat indah itu adalah miliknya.

Tidak akan ada kata-kata yang bisa melukiskan betapa indahnya mata yang dimilikinya.

Mata itu besar, berwarna cokelat dan sangat bersinar.

Mata itu berbicara saat menatap mata ini.

Mata itu mengatakan sebuah kejujuran.

Mata itu lelah, setelah bekerja seharian, mungkin mata itu butuh tidur :D

TETAPI saat mata itu menatap, bukan main reaksi yang dihasilkan dari tatapannya.

Tatapan mata itu seakan langsung menyeruak ke dalam jiwa, dan tidak ada satupun rahasia yang dapat disembunyikan dari mata itu.

Mata itu membuat diri ini tidak dapat menahan diri.

Mata itu tahu dengan apa yang dilihatnya.

Mata itu menyimpan berjuta-juta rahasia.

Mata itu membuat tubuh ini lemas tak berdaya.

Mata itu menghapus semua kesedihan dalam hati ini dan menggantinya dengan kebahagiaan yang SESAAT.

Mata itu tidak dapat dibohongi, bahkan tidak satupun kebohongan itu bisa tersampaikan.

Mata itu memiliki sihir, yang bisa menghipnotis jiwa ini.

Mata itu berhasil membuat mata ini meneteskan air mata, bahkan hati inipun ikut meneteskan air mata.

Mata itu membuat jiwa ini gemetar luar biasa, seakan-akan jiwa ini akan melompat keluar tubuh ini.

Mata itu membuat diri ini hampir tidak bisa tertidur, karena setiap kali memejamkan mata ini hanya mata itu yang terus terbayang.

Mata itu selalu berhasil membuat bibir ini selalu tersenyum setiap kali mengingatnya.

Mata itu menyakinkan diri ini, jika pemilik mata indah itu juga memiliki hati yang indah.

Mata itu membuat diri ini malu, dan berharap bisa menghindar dan menghilang dari hadapannya.

Mata itu seperti obat terlarang, benar-benar membuat diri ini hilang akal.

Tatapan matanya mematikan, membuat jantung ini berdegup kencang.

Saat mengingat mata itu, semua masalah seakan pergi menghilang begitu saja.

Selalu mata itu yang terekam dalam otak ini.

Selalu tatapan mata itu yang selalu ingin dibicarakan oleh bibir ini.

Selalu pemilik mata itu yang ingin dimiliki oleh diri ini.

Selalu hati pemilik mata itu yang diharapkan hati ini.

Tetapi MATA ITU juga KEJAM:

Mata itu tertawa saat jiwa ini menangis.

Mata itu tidak pernah peduli saat jantung ini hampir copot.

Mata itu terus menatap walaupun hati ini sudah menjerit.

Mata itu mengancam keberadaan diri ini.

Mata itu ingin sekali melihat diri ini dipermalukan.

Mata itu menikmati saat hati ini ketakutan.

Mata itu menyakiti hati ini, karena hati ini tahu jika HATI PEMILIK MATA ITU tidak akan pernah menjadi miliknya.

Karena mata itu adalah mata seorang Maulana Soleh Malik Ibrahim, seseorang yang diketahui oleh diri ini tetapi tidak pernah dikenali oleh hati ini"

ps: postingan ini gue copy dari note fb gue, yang gue tulis setelah gue bertatap muka langsung dengan Soleh sekitar setahun yang lalu dan baru menyadari jika ternyata dia teramat sangat tampan lebih dari yang gue kira