Saturday, 31 December 2011

Tepat setahun yang lalu

tepat setahun yang lalu gue melihat senyumnya. melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Slamet Riyadi, kenek busway koridor 4 jurusan Dukuh Atas 2 - Pulo Gadung, yang memiliki senyuman yang mempesona yang dapat menghipnotis diri ini, menghilang sejak Jumat, 31 Desember 2010. hari ini, detik ini (12:18 PM) tepat setahun gue tidak melihatnya. dia menghilang, entah resign dari TransJakarta atau pindah koridor, gue tidak pernah tahu, tidak pernah menemukan jawaban dari pertanyaan gue ini, sampai detik ini.

anak muda yang mempesona itu menghilang, entah kemana, meninggalkan rasa rindu yang luar biasa. dia tidak pernah tahu bagaimana senyumnya selalu bisa membuat hari gue lebih berwarna. seandainya gue bisa kembali ke hari itu gue ingin memberi tahunya akan hal itu, memintanya agar tidak pergi. hhahaha *lebaiii*

Friday, 11 November 2011

not a cheapskeat

"irit", sebelnyoooo klo ada orang yang manggil gue begitu, apalagi klo iritnya masalah makanan, *man, look at me? I'm typically not stingy with my money on food, I just careful of it (“¬¸¬)*. bukan pelit dalam arti kata gue punya makanan dan nggak mau bagi-bagi orang yaaaaa, lebih ke kalo makan dan gue hanya beli makan tanpa minum *biasanya klo gue makan dengan teman dipinggir jalan*, bukannya gue nggak mau beli minum karena pelit, masalahnya gue selalu membawa tempat minum yang selalu bisa gue isi ulang dengan 2 minuman mineral gelas seharga Rp. 500.-/gelas dan pada dasarnya gue memang tidak suka minum minuman teh kemasan gelas yang dipinggir jalan, kecuali ada warung kecil yang menjual minuman teh botol/estee dingin *tanpa es batu*. karena minuman gelas yang Rp.2000,- terlalu manis buat gue karena gue sudah cukup manis tanpa minum itu #modus (‾ ᴥ ‾)


gue adalah bolangers *hhaha, itu bahasa gue sendiri untuk menyebutkan diri gue sebagai bolang sejati*, saat ngebolang biasanya gue sekalian wisata kuliner. gue suka yang namanya melakukan hal baru dan mencoba makanan baru, menghabiskan uang untuk makanan bukan masalah untuk gue mau enak mau nggak yang penting bisa gue jadiin refrensi buat resto favorite atau nggak. apalagi akan mempermudah gue jika gue sedang ngidam dengan satu makanan *seperti yang sudah-sudah*. gue akui, gue memang sedikit irit, dalam arti kata gue tidak suka menghabiskan uang untuk sesuatu yang kecil dan tidak begitu penting sehingga beberapa orang mengatakan jika gue adalah orang yang pelit menghabiskan uang khususnya untuk teman-teman yang baru mengenal gue. dalam kata lain, gue suka menyimpan uang, mengumpulkannya dan saat sudah terkumpul cukup banyak gue bisa menghamburkannya tanpa memikirkan akan kehabisan uang *\(¯З¯)/*.


uang adalah sesuatu yang penting memang, buat gue pribadipun begitu. apalagi gue suka jalan-jalan nggak jelas dan uang memang sangat dibutuhkan *walaupun hanya sekedar jalan di sekitaran Jakarta doang*. tapi ada saatnya dimana gue bisa "membuang-buang" uang dan ada saatnya pula gue menghemat pengeluaran untuk gue hamburkan besok. hhahaha.

Tuesday, 8 November 2011

Mata SOLEH

---Jakarta, TransJak Kor 6 10.8 Ragunan, Agustus 2010---

"Masih tidak menyangka jika dia memiliki mata yang indah :))

Bahkan tidak pernah sekalipun terlintas dibenak ini jika mata yang sangat indah itu adalah miliknya.

Tidak akan ada kata-kata yang bisa melukiskan betapa indahnya mata yang dimilikinya.

Mata itu besar, berwarna cokelat dan sangat bersinar.

Mata itu berbicara saat menatap mata ini.

Mata itu mengatakan sebuah kejujuran.

Mata itu lelah, setelah bekerja seharian, mungkin mata itu butuh tidur :D

TETAPI saat mata itu menatap, bukan main reaksi yang dihasilkan dari tatapannya.

Tatapan mata itu seakan langsung menyeruak ke dalam jiwa, dan tidak ada satupun rahasia yang dapat disembunyikan dari mata itu.

Mata itu membuat diri ini tidak dapat menahan diri.

Mata itu tahu dengan apa yang dilihatnya.

Mata itu menyimpan berjuta-juta rahasia.

Mata itu membuat tubuh ini lemas tak berdaya.

Mata itu menghapus semua kesedihan dalam hati ini dan menggantinya dengan kebahagiaan yang SESAAT.

Mata itu tidak dapat dibohongi, bahkan tidak satupun kebohongan itu bisa tersampaikan.

Mata itu memiliki sihir, yang bisa menghipnotis jiwa ini.

Mata itu berhasil membuat mata ini meneteskan air mata, bahkan hati inipun ikut meneteskan air mata.

Mata itu membuat jiwa ini gemetar luar biasa, seakan-akan jiwa ini akan melompat keluar tubuh ini.

Mata itu membuat diri ini hampir tidak bisa tertidur, karena setiap kali memejamkan mata ini hanya mata itu yang terus terbayang.

Mata itu selalu berhasil membuat bibir ini selalu tersenyum setiap kali mengingatnya.

Mata itu menyakinkan diri ini, jika pemilik mata indah itu juga memiliki hati yang indah.

Mata itu membuat diri ini malu, dan berharap bisa menghindar dan menghilang dari hadapannya.

Mata itu seperti obat terlarang, benar-benar membuat diri ini hilang akal.

Tatapan matanya mematikan, membuat jantung ini berdegup kencang.

Saat mengingat mata itu, semua masalah seakan pergi menghilang begitu saja.

Selalu mata itu yang terekam dalam otak ini.

Selalu tatapan mata itu yang selalu ingin dibicarakan oleh bibir ini.

Selalu pemilik mata itu yang ingin dimiliki oleh diri ini.

Selalu hati pemilik mata itu yang diharapkan hati ini.

Tetapi MATA ITU juga KEJAM:

Mata itu tertawa saat jiwa ini menangis.

Mata itu tidak pernah peduli saat jantung ini hampir copot.

Mata itu terus menatap walaupun hati ini sudah menjerit.

Mata itu mengancam keberadaan diri ini.

Mata itu ingin sekali melihat diri ini dipermalukan.

Mata itu menikmati saat hati ini ketakutan.

Mata itu menyakiti hati ini, karena hati ini tahu jika HATI PEMILIK MATA ITU tidak akan pernah menjadi miliknya.

Karena mata itu adalah mata seorang Maulana Soleh Malik Ibrahim, seseorang yang diketahui oleh diri ini tetapi tidak pernah dikenali oleh hati ini"

ps: postingan ini gue copy dari note fb gue, yang gue tulis setelah gue bertatap muka langsung dengan Soleh sekitar setahun yang lalu dan baru menyadari jika ternyata dia teramat sangat tampan lebih dari yang gue kira

Friday, 21 October 2011

My playlist

beberapa hari yang lalu gue menghapus semua lagu yang ada di hp gue, menggantinya dengan lagu-lagu yang dulu gue suka nyanyiin, lagu-lagu favorite gue, yang selama kurang lebih dua tahun terakhir menemani perjalanan gue, selama gue kuliah di UNJ, saat gue pulang, gue selalu mendengarkan mp3 dari ipod atau hp nokia 3600 slide kesayangan gue di kampus, di TransJakarta BusWay ataupun di haltenya, semua lagu ini memiliki kenangan tersendiri. masing-masing lagu mengingatkan gue kepada hal-hal kecil yang membuat gue rindu akan banyak hal.

boys of summer & unopened letter , the ataris., pemandangan yang gue lihat saat mendengar kedua lagu ini selalu sama setiap hari, entah kebetulan atau tidak lagu ini biasanya selalu terputar saat gue di busway koridor 4 10.8 Dukuh Atas 2. sepanjang jalan sultan agung, gue suka duduk dibangku belakang yang terkena panas matahari, memandang langit biru yang bening dan phon-pohon yang terdapat di bantaran kali ciliwung.

straight jacket-felling, the all american reject. lagu ini benar-benar mengingatkan gue akan Abang, lagu ini menemani gue saat gue kehilangan Abang AR, membantu gue untuk melepaskan Abang. "today I'm fine without you, Runaway this time without you, And all the things you put me through, I'm holding on by letting go of you."

cooler than me, mike posner. mau tau lagu ini mengingatkan gue pada siapa? SULISTIONO, si jawa yang manis luar biasa, dengan postur tubuh yang tinggi besar dia cukup waaaaah, awalnya dia manis banget dimata gue dan masih tetap begitu yaa *emang dasarnya dia manis*, tapi sejak tau gue demen sama dia, beuuuuuuh, tu orang jadi demen banget tepe tepe. "If I could write you a song, and make you fall in love, I would already have you up under my arm. I used to pull all my tricks, I hope that you like this. but you probably won't, you think you're cooler than me."

takeoffs and landings, the ataris. lagu yang satu ini mengingatkan gue sama Pa Kosim. hhahaha. soalnya dulu waktu dibusway, lagu ini diputer di radio. "If you could go anywhere right now, Where would you go? And would you miss me when you get there? There's no place that I would rather be, Please don't let, me go falling from the sky,The "fasten seatbelt" sign just needs to go out, If only you could be right here by my side, Home wouldn't seem so far from here", nyanyi teriak-teriakan nggak jelas sampe diketawain si bapak yang satu itu :))

I'm ready I am, the format. kalo ini ngingetin gue sama Irwansyah Hadi, gue selalu mengatakan satu penggalan kalimat dari lagu itu ke Irwan "I need a reason to let go, an intervention or a lullaby, something to cure me, please believe me"

stranger, secondhand serenade. Slamet Riyadi satu-satunya orang yang gue ingat saat mendengar lagu ini dan dia memang cocok dengan lagu ini, "Turn Around and fix your eye in my direction, So there is a connection, I can't speak, I can't make a sound to somehow capture your attention, I'm staring at perfection, take a look at me so you can see, how beautiful you are"

shining light, ash. selalu mengingatkan gue pada TL landmark di DuTas 2 dan juga tetap mengingatkan gue pada Slamet Riyadi :)

the promise, new found glory. mengingatkan gue pada alm Raden Mas Sadewa Pratama. Aden suka banget lagu ini, dia pernah mengutip salah satu lirik lagu ini di kartu ulangtahun gue "If you need a friend, Don't look to a stranger, You know in the end, I'll always be there. And when you're in doubt, And when you're in danger, Take a look all around, And I'll be there." kangen Adeeeen :(

remembering sunday & stay awake (acoustic vers), all time low. ini mah beda lagi, lagu ini mengingatkan gue sama Dukuh Atas 2. hhaha, sambil nunggu ujan berenti turun. klo lagi sepi bisa nyanyi, teriak-teriakan. hhaha.


dear diary, mocca. september 2010 lagu ini menjadi lagu gue, Abang adalah dalang dibalik semua masalah ini. M Raditya Malique H hanyalah korban, permohonan maaf sebesar-besarnya dihanturkan kepada Malique untuk hal ini.


hate, plain white t's. hhaha, sumpah ini lagu Dede Priatna banget. "Hate is a strong word But I really really really don't like you. Now that it's over, I don't even know what I liked about you. Brought you around and you just brought me down. Hate is a strong word. But I really really really don't like you"

this is how we do, all time low. ini mengingatkan gue pada halte busway UNJ. 

shake it, metro station. lagu ini mengingatkan gue pada tol TB Simatupang, hahaha, cacat kan? emang. TB Simatupang di Cilandak dulu ada banner gede yang mengiklankan iphone, selalu terputar setiap gue lewat sana.

vanilla twilight, owl city. klo lagu ini mengingatkan gue pada Aulia Tirani, soalnya dia demen banget sama lagu ini. gue bahkan nggak tau lirik lagunya. hhahaha.

daaaaaaaaaaan masih banyak lagi lagu yang mengingatkan gue pada banyak hal....

Wednesday, 19 October 2011

Jakarta selamanya

sejak gue pindah kuliah, banyak hal yang berubah. gue sudah jarang yang namanya ngebolang, karena gue tidak memiliki kesempataan lagi untuk melakukan hal itu, pd. labu mau kemana? ngga ada tempat menarik untuk dikunjungi, plus tidak didukung dengan transportasi yang lengkap, I am lost without TransJakarta *lho?*, sisi baiknya, gue lebih sering berada dirumah dan itu cukup membuat Ibu merasa tenang. sayangnya gue bukan orang yang senang untuk tinggal dirumah. berasa anak sekolahan, kuliah jam 9 sampe jam 2 langsung pulang, nyampe rumah jam setengah 3, ngapain? tiduuuuuur. see? my new life's so boring, gue menikmati kuliah baru gue, karena menjalankan sesuatu yang benar-benar gue, hanya saja masih tidak bisa melepaskan kebiasaan gue.

dua tahun kuliah, pulang siang selalu ngebolang dulu, cukup terbantu dengan adanya TransJakarta BusWay, karena saat tidak ingin pulang cepat bisa muter-muter naek BusWay, mengenal lebih jauh Jakarta, mencintai Jakarta dengan cara gue, memetakan sendiri Jakarta di otak gue, menenggelamkan diri di kesemerawutan kota ini, tidak seburuk yang mereka pikir. kuncinya adalah MENIKMATI Jakarta dengan sejuta pesonanya. jatuh cinta dengan Jakarta, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, menikmati keindahan Jakarta, menghirup udara malam Jakarta nan segar, gue merindukan hal itu.

Jakarta menyimpan semua rahasia gue, menyimpan semua cerita cinta yang tak terucapkan. ingin sekali mengunjungi Jakarta lagi, menikmati keindahannya sendiri, menghilang dalam keramaian, berdiri di puncak tertinggi *baca: Monas/Epicentrum building, hhahha*. lama tidak melakukan semua itu. ingin rasanya bisa melebur menjadi satu dengan Jakarta.

Friday, 14 October 2011

DONOR DARAH NYOOOOOOOOOOOOOK!

Sabtu, 08 Oktober 2011
Niatan mau donor darah akhirnya tercapai *Yeiiiiii, prok prok prok *\(˘▼˘)/** janji sama diri sendiri untuk menjadi pendonor darah karena tidak ada lagi yang bisa gue lakukan untuk membantu sesama selain ini, jadi udah nggak punya utang lagi sampai tiga bulan kedepan. Setelah cari info sana-sini PMI mana yang hari sabtu tetep buka, kata Bli, hanya PMI Pusat Jakarta di Kramat sajalah yang buka setiap hari selama 24 jam non-stop. Thank God, karena gue tahu dimana PMI Kramat itu berada, jadi tidak ada masalah untuk kesananya. Ngampus hari Sabtu bikin gue jadi lebih sering jalan di hari Sabtu dan satu hal yang gue nggak suka, TransJakarta BusWay sedikit membuat gue naik darah setiap hari Sabtu. Keluar jam 12 siang, langsung cuuuus ke Kramat, butuh waktu tiga jam jalan ke Kramat dari pd. Labu, hadeuuuuuh, bener-bener deh TraJa sekarang itu. Lama di Kor 5 sebenernya, di Matraman gue setengah jam coba, gila kali, sekalinya Gandeng yang lewat udah kga muat, orang juga kga ada yang turun. FYI, klo mau naek TraJa ke PMI Pusat ke kor 5 turun di halte pal putih itu depannya langsung PMI Pusat di depan RS Kramat 128 *jalan sedikit lagi sih. Hhuahahaha*.
Masuk aja ke gedungnya, minta formulir sama resepsionis, ntar kita disuruh ngisi-ngisi gitu tentang kesehatan kita *tapi harus jujur yaa ngisinya, demi kebaikan bersama juga lhooo itu*, terus masuk ke ruangan sebelah nunggu dipanggil buat pemeriksaan darah, cuman ngetest biar kita tahu kita boleh donor apa nggak, testnya juga cuman kaya ngecek golongan darah, nggak sakit kooo, ditanyain berat badan juga *ini bagian yang memalukannya (¯.¯”)*, kalo boleh, langsung disuruh keruang tunggu, nah tunggu aja disitu sampe kita dipanggil, 15 menitan kali baru gue dipanggil, ngobrollah sama satu mas-mas kakak-kakak*hhahaha, wong doi cakepnya luar biasa. Hhahaha* namanya sih Juna *kenapa yang namanya Juna selalu ganteng? #mikir*. Si ka’ Jun ini nanya-nanya, apa ini pertama kalinya gue donor? Alasan gue kenapa donor darah? Hhahaha, doi bilang gue itu “WOW” banget ^_^ *jangan mikir yang macem-macem*, dari pd. Labu bela-belain ke Kramat cuman buat ke PMI, terus pulang ke Pamulang padahal juga udah sore, baaah, doinya nggak tau aja emang gue demen petakilan, justru hari ini tumben gue jalan karena ada tujuannya, biasanya juga kga, muter-muter kga jelas kemana sampe malem, karena gue cinta Jakarta di malam hari. Oke cukup basa basinya, “Ibu Pinkantya Artika masuk pintu satu”, terdengar nama gue dipanggil, jadi mengucapkan sampai jumpa dengan si kakak ini.

Masuklah gue kesatu ruangan ini, dimana dimulai dari sinilah hal-hal memalukan kembali gue lakukan *nggak ngerti deh kenapa gue selalu melakukan hal bodoh atau mengatakan hal yang tidak perlu dan tidak penting untuk dikatakan, kalo kata temen-temen gue, gue kalo udah salting dan malu malah makin malu-maluin, ngomongnya juga udah ngelantur, apaan aja yang ada diomongin. Hhehe, maklum aja ya*, ruangan ini cukup kecil, hanya ada meja yang dibaliknya duduk seorang wanita paruh baya yang sangat baik, menyapa dengan senyum kecil, harusnya disini, diruangan ini gue diperiksa tensinya (tekanan darah), tapi gue nyelonong boy aja gitu, diketawain dah gue. Dan si dokter tau aja kalo ini pertama kalinya gue donor di PMI. Setelah kelar dengan pemeriksaan tensi gue menuju keruangan selanjutnya, ruangan utama, yaitu ruangan donor darahnya. Ruangannya cukup besar, berisi 16 tempat tidur yang setiap barisnya terdiri dari 4 tempat tidur dan ditata secara berhadapan.

Emang dasarnya gue malu-maluin kali ya, setelah diperiksa tensi, gue melanjutkan lagi keruangan berikutnya, yaitu ruangan donornya *celingak celinguk*, naro formulir gue diatas meja, si mba cuman bilang “iya silahkan mbak” sambil menunjuk kearah ruang tunggu, ruang tunggunya dipenuhi dengan wajah-wajah yang tadi gue temui di luar. Semua orang terlihat sangat baik, karena mereka semua tersenyum ke gue,

waktu mau duduk ada satu bapak-bapak ngomong "cuci tangan dulu de" sanbil nunjuk ke westafel. udah dengan bingung gue jalan kewestafel, sambil cuci tangan *bener-bener tangan sampe pergelangan tangan, secara tu bapak-bapak bilangnya cuci tangan*, eh terus ka Junanya dateng, cuci tangan disebelah gue, katanya dia cuci tangannya sampe siku, hhahaha, padahal gue udah kelar cuci tangannya. sambil nunggu ngobrol lagi deh sama dia, sama semua orang yang lagi  nunggu, dalem hati bersyukur ketemu orang kaya dia, jadi gue nggak sendirian. kebetulan juga pas donor tempat tidur gue disampingnya dia, jadi sepanjang kita diambil darahnya, kita ngobrol, sama dokternya aja kita dibilang pacaran, hhahaha.


pas udah kelar, kita makan *asiiiik*. sekali lagi gue bikin heboh, setelah ngambil kartu, kita jalan kekantin, yang letaknya dibelakang ruang donor, tapi sebelumnya gue ke toilet dulu, jadi ka Juna ini nungguin gue, pas gue keluar kita langsung ke kantin, naaaaah, disini ini yang malu-maluin, pas ka Juna minta kertas gue *kertas yang buat ditukerin sama makanan*

ini ada dua, yang warna kuning di kasih ke petugas kantinnya


jadi gue bingung itu kertas dari mana, gue nggak megang dari tadi, ternyata ada di dalem kartunya. hhahaha. malu-maluin, gue udah ngeyel banget nggak megang itu kertas.akhirnya, duduk, nggak cuman berdua, tapi kita duduk ber empat sama satu pasangan ini, yang tadi ngobrol waktu nunggu mau donor *sekali lagi berkat si Juna, karena kebaikannya jadi ada temen*. yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, makaaaaan :)

1 mangkok mie rebus, 1 gelas susu cokelat, 1 butir telur rebus, 1 gelas air putih


tha awesome Jakarta

Jakarta itu macet, Jakarta itu panas, Jakarta itu semerawut, Jakarta itu Banjir saat Hujan, Jakarta itu menakjubkan.

Thursday, 13 October 2011

Doi

Gue ingin menceritakan sesuatu tentang Irwan lagi, udah lama tak berjumpa dengannya *baru 3 minggu, eh salah deng 2 minggu 6 hari lebih tepatnya. huehehehe*. Jadi memang gue sudah merencanakan untuk bertemu dengannya, kejutan sih sebenernya jadi nggak sms, tapi sekali lagi rencana yang sudah gue buat selalu tidak berhasil, bertemu dengan cara yang sama sekali tidak terduga *yaudah siih yaaa, biarin aja, yang penting ketemu, rempong deh gue*. Ketemu doi yang tiga minggu nggak ketemu, pertama yang ada dipikiran gue saat pertama kalinya bertemu dengan doi “kenapa dia tambah cakep” *huaaaah, nggak, nggak, nggak boleh suka sama dia (  ̀З ́ )_,/(>_<”!)* #gigitjari#, tapi sumpah gue nggak bohong, dia jauh lebih kurus.

Ngeliat dia di DuTas2, akhirnya gue sms dia juga deh, terpaksa itu juga *ngibul (ˇзˇ)♪♫ * “eh, eh, eh, dirimu ada di dutas yaaah?” sms gue, nggak ada semenit balesan dari dia nyampe di hape gue, tilulittilulit, uhm sebenernya hape gue lagi di silent sih “ko tau? Tadi ngeliat yaah? Ko g manggil?” “hadeeeuh, masa iya gue teriak-teriak di bus (¬_¬) ini gue masih di shelter” percaya atau nggak gue nungguin balesan dari doi *tutupin muka pake bantal* #malu#, semenit nggak ada balesan, ada TraJa Kor 6 yang dateng, kecewa tapi pas gue mau naek, eh doi nongol dibelakang gue dan bilang “entar aja ndutt naeknya…..” gue bengong *efek terpana ngeliat dia, tapi gue langsung buang muka dan nggak mau natap matanya dan bilang “awas kalo sampe penuh yaaaah Tra…” *gue nggak pengen ngobrol aja sama dia di Shelter, pertama banyak satgas lain di DuTas 2 hari itu, kedua DuTas penuh banget, banyak penumpang yang baru pulang dari jalan-jalan* “…gue putus sama cewe gue” lanjutnya, itu yang bikin gue langsung menatapnya, sedikit merasa bersalah karena secara tidak sadar gue sempat memberikan tawa sumringah ke dia, huehehehe semoga doi nggak sadar #crossmyfinger#, saat mendengar berita mengejutkan itu jujur ada perasaan senang, lega, sedih dan sedikit rasa bersalah.

Kebiasaan buruk gue saat mendengar sesuatu yang buruk pada teman gue adalah selalu menepuk pundaknya dan hanya “sabar ya Gan” yang keluar dari mulut gue. Dia selalu tertawa saat gue melakukan hal bodoh itu. Dia bilang dia baik-baik saja, karena ini memang yang dia mau dan dia yang mutusin, bahwa dia justru lebih tenang dan senang sekarang, apa gue harus percaya akan hal itu? Apa hatinya tidak benar-benar terluka akan hal itu? Dia mengalihkan pembicaraan *as always*, bertanya tentang Astar, tentang keputusan gue, gue sedang tidak ingin membicarakan kisah cinta gue, sebenarnya bahkan gue tidak tahu apa yang harus gue ceritakan ke dia karena gue memang tidak tahu apa yang terjadi sama kisah cinta gue. *mau nangis ╥,╥ #tutupin muka pake kipas#*

Untungnya sore itu, banyak sekali penumpang, jadi banyak juga penumpang yang mengganggu pembicaraan kami, jadi gue tidak perlu melanjutkan cerita tentang percintaan gue, mereka memotong dengan bertanya mana BusWay yang ke Ragunan, mana yang ke Kuningan, mana yang ke pl. gadung, mana yang ke Matraman dan sebagainya. Ada kejadian lucu dengan salah satu penumpang, dimana ada segerombol mas-mas *yang mukanya beneran mas-mas banget* nanya ke Irwan, saat itu dia lagi cerita tentang alasan dia memutuskan ceweknya, mereka cukup menyita perhatian gue sejak awal mereka datang, mereka datang dari arah kota sesampainya di DuTas2, mereka sepertinya bingung dan ingin bertanya, hanya saja memang saat itu ramai sekali jadi semua patroli itu dikerubungi oleh orang-orang yang juga bingung. Akhirnya salah seorang temannya menyadari keberadaan Irwan di depannya, dia bertanya arah pl. gadung, Irwan lagi cerita telihat dari wajahnya jika dia sedang serius, tapi jujur gue sudah tidak mendengarkan Irwan sejak kedatangan mas-mas ini *maaf ya Gan (˘/\˘)*, si mas itu bertanya “kalo mau ke pl. gadung disini ya?” *menunjuk kearah Ragunan* si Irwan hanya memberikan anggukan dengan menunjuk kearah Ragunan juga, “makasih ya!” ujarnya, gue? Langsung heboh sendiri “EEEHH MAS! Gadung disana ini mah barisan Ragunan” si Irwan cuman bilang iya aja lagi kaga pake bilang maaf, alhasil gue yang maaf “maaf mas dia mah emang rada-rada”, untungnya si masnya nggak marah.

Karena semakin ramai yaudahlah, gue suruh doi kerja lagi, lagian juga dia mau ngasih laporan plus shalat maghrib, gue pulang deh dan menikmati setiap detik perjalanan yang gue tempuh malam itu, saat gue pikir-pikir sudah lama sekali rasanya tidak naik TransJakarta malam hari, menikmati setiap keindahan Jakarta malam hari *\(˘˘)/*

Sunday, 2 October 2011

TransMilenio BusWaynya Bogota



pernah ada yang dengerkan ya TransJakarta BusWay itu ngikutin *apa ya bahasanya kayanya "ngikutin" nggak enak banget, huahahaha, maklumlah* Transmilenio Bogota, Coloumbia. gue pada dasarnya tidak tahu apa itu TransMilenio, sedikit menjadi penasaran saat orang-orang membahasnya karena Transjakarta BusWay yang kita kenal diadaptasi dari sana, Bogota. gue menulis ini bukan untuk membedakan TransJakarta gue tercinta dengan TransMilenionya Sergio yaaa, hhhahaha *Sergio, teman FaceBook gue yang tinggal di Bogota*. karena penasaran gue bertanya dengan Sergio tentang TransMilenio untungnya dia juga lumayan sering naek TransMilenio, walaupun akan lebih jelas jika gue tanya ke mbah google, yang memang ujung-ujungnya gue nyari di google :)) ada yang bilang TransJakarta gagal "menjiplak" TransMilenio, seriusan? gue jadi penasaran sebagus apa TransMilenio itu, waktu gue searching siih, wuiiiiih busnya warna merah, kenapa TraJa nggak warna merah juga pasti bagus, hhehehe.
bagus yaaah, gandeng tiga lagi (-__-")
jadi pembicaraan gue dengan mas Sergio itu dimulai dengan pertanyaan bodoh gue "Sergio, do you know Transmilenio?" hhuuuahahaha, gue lupa menambahkan "well" kedalam pertanyaan gue, yaaah begitulah. jadi gue mulai menceritakan tentang TraJa, dan memaksanya untuk mencari TransJakarta BusWay di Google, hhehehe. jadi gue cerita ke Sergio bagaimana penuhnya TraJa saat Peak Hour, Sergio bilang tidak jauh beda, TransMilenio juga penuh katanya, bener aja, gue punya gambarnya *tapi dapet dari google, pokoknya semua gambar yang akan gue tampilin disini gue ambil dari google*




sadis yaak? Nggak kalah kan sama Jakarta?
yoiii, gue cerita sama Sergio betapa brutalnya orang-orang saat ada bus yang datang, doi mah ketawa aja. disana juga ada kecelakaan TransMilenio katanya, pas gue cari emang beneran ada ternyata



bah ini mah TraJa bukannya?

yaaah, klo katanya Sergio kecelakaan itu manusiawi, namanya juga yang nyetir manusia. yaah, intinya TransMilenio sama TransJakarta sama-sama penuh klo lagi jam sibuk, sama-sama pernah mengalami kecelakaan. intinya sama-sama aja siih. hhahha

eh ada yang udah liat shelternya belum? shelternya sih, sama aja, kaya yang tadi gue bilang semuanya sama aja cuman klo halte TransJakarta versi mininya kali yaah,

gede kan, adalagi tuh gambar yang lebih bagus tapi nggak ke download

ada tempat penitipan sepedahnya juga lagi...
ini nih klo di Jakarta ada tempat penitipan sepedah kaya gini dan nggak repot-repot, gue naek busway bawa sepedah, kga usah lagi ngarepin feeder busway. uhm, gue baca di artikel katanya TransMilenio ini juga pemerintahnya bener-bener niat, pemukiman kumuh yang ada dipinggiran jalan di Bogota di gusur, orang yang tidak punya identitas dipulangkan sisanya dibikinin Rumah Susun, buat pelebaran jalan sama bangun jalur buat BusWay dan katanya Sergio, TransMilenio ini bener-bener berhasil mengurangi kemacetan di sana, itu namanya kekuatan niat, lah disini? gue cinta sama TransJakarta, jujur. tapi jika ditanya yaaaah sebenernya BusWay memang tidak mengurangi kemacetan di Jakarta sih, mungkin karena kesadaran masyarakat kurang, atau memang kasadaran mah ada tapi memang sarananya yang memang kurang mendukung. tapi gue yakin Jakarta pasti bisa berubah, menjelma menjadi lebih baik dan berhasil seperti TransMilenio, jika pemerintah benar-benar niat, fokusin pada satu hal, juga diperlukan dukungan dari masyarakat.

Tentang Gue *tolong mengerti*

Gue itu pemarah (aaaaaaaah... Ga mungkin masa iya sih?), bener deh percaya sama gue. Gue mengatakan hal ini bukan karena gue bangga akan hal itu, bagi gue itu adalah penyakit, penyakit yang menjangkiti gue dan cukup membuat gue menderita, gue masih berusaha untuk melawannya. Bagaimana tidak, hal kecil, hal-hal yang orang pikir adalah hal sepele justru akan membuat gue marah, entah bagaimana hal itu terjadi pada gue.

gue sungguh tidak ingin marah, apalagi saat gue harus marah ke Nyokap atau Bokap gue, gue akan sangat sedih banget saat melakukannya, akan ada rasa marah yang teramat sangat dalam diri gue setelah gue melakukan itu. karena gue sudah cukup mengecewakan mereka tanpa harus membentak mereka.

mungkin sifat pemarah gue ini yang membuat gue lebih suka sendirian, karena gue tidak ingin orang lain melihat gue dalam keadaan yang seperti itu. terkadang saat gue bertengkar dengan kedua Orang Tua gue, gue lebih suka untuk menjauh dan meninggalkan mereka begitu saja, gue tahu mereka berpikir betapa gue sangat tidak sopan meninggalkan mereka begitu saja saat mereka sedang menasihati, tapi gue hanya takut saat gue tetap berada diantara mereka gue akan marah dan berteriak kepada mereka, gue hanya tidak ingin melukai hati mereka lebih dalam. cara gue salah dan gue tau itu.

gue menikmati saat gue sendiri karena gue merasa bebas. tanpa ada orang yang menilai, melarang gue, memberi tahu apa yang boleh dan tidak untuk gue lakukan dan sebagainya. pergi kemanapun, makan apapun yang gue suka tanpa minta pendapat orang lain apakah mereka suka atau tidak. sendirian bisa meredam rasa amarah gue, katakanlah gue menyedihkan, orang yang kesepian, but I'm cool with it, inilah gue.

Thursday, 29 September 2011

Gendut

saat kalian melihat orang gendut, apa yang ada dipikiran kalian? mungkin beberapa dari kalian akan mengatakan bahwa kami adalah orang yang pemalas, tidak suka bergerak dan semacamnya. kami? yeah, gue adalah salah satu dari orang gendut yang ada di dunia, tapi gue cukup banyak bergerak, gue suka jalan-jalan *jalan-jalan yang benar-benar jalan*...

sebenarnya apa yang salah dari menjadi orang gendut? bahkan gue sendiripun sampai sekarang belum mengerti kenapa orang-orang memandang aneh orang gendut, nggak apa-apa deh yaaa, sekalian curhat ajeee  yeee gue. sebenernya gue menulis ini bukan hanya karena gue ingin curhat aja tapi karena tadi saat gue pulang ada dua orang anak SMA *sepertinya mereka bersahabat baik* mereka memang terlihat lebih besar jika dibandingkan anak lain yang sebaya dengan mereka, salah satu dari mereka terlihat seperti habis menangis, sedikit yang gue tangkap dari pembicaraan mereka, sepertinya gadis manis itu baru saja mengalami hari terburuk di sekolah, sepertinya ada beberapa anak laki-laki yang mempermasalahkan badan suburnya, gue sedikit sedih, seakan gue juga baru saja mengalaminya, memang gue pernah mengalaminya, tapi itu terjadi bertahun-tahun yang lalu tapi itu sudah bukan masa gue...

sejak kecil gue memang sudah seperti ini, betapa beratnya menjalani hidup gue seperti itu *berat bukan berat badan gue yaa*. menjadi anak yang berukuran lebih besar daripada anak lain tidak begitu mudah, setiap hari banyak kata-kata yang tidak mengenakan yang dilontarkan untuk gue, pada dasarnya gue bisa menahan diri, tapi jika sudah menjorok ke keluarga gue sudah tidak bisa terima kata-kata mereka. untungnya tidak pernah ada kasus penganiayaan fisik yang gue terima yang ada malah gue meninju salah satu anak lelaki yang menghina gue, untungnya dirumah setidaknya setiap anak saling menghormati *mungkin karena kami juga menyadari jika orangtua kami mengawasi kami :)*...

pernah ada saat-saat dimana gue sangat merasa terpuruk, merasa begitu jelek, merasa begitu berbeda, merasa begitu marah, untungnya gue bertemu Raden Alm *O God, gue kangen banget sama Aden :(, kenapa orang baik selalu pergi lebih dahulu*. Adenlah yang membantu gue untuk mencintai diri sendiri, berusaha menerima diri gue apa adanya, tidak mendengarkan setiap kata-kata jahat dari anak-anak yang tidak mengerti kehidupan kami. bagaimanapun gue melewati masa kecil seperti ini, dengan hinaan yang dilontarkan dari anak lain, gue berbeda dengan anak lain, gue tumbuh menjadi orang yang tidak pede, tidak suka bicara dan sebagainya *sekali lagi gue syukuri gue memiliki teman yang sungguh menakjubkan, walaupun masih aja ada "hinaan" yang menyakiti hati tapi bagi mereka itu hanya candaan yang bisa bikin orang lain ketawa*...

mungkin karena ini juga gue lebih suka menyendiri, lebih suka untuk bekerja sendiri dan paling benci jika harus bekerja kelompok, ada bagian dari masa-masa itu yang masih menempel dalam diri gue, trauma, luka yang masih membekas dalam jiwa gue, luka yang tidak akan pernah sembuh.gue sudah cukup dewasa untuk menerimanya, gue melewati begitu banyak hal, memiliki teman yang mendukung gue, memiliki seorang kekasih yang mau nerima gue apa adanya yang menarik gue dari keterpurukan gue adalah salah satu hal yang membuat gue kembali bangkit walupun gue belum sepenuhya bisa bangkit dan melupakan masa itu...

mungkin bagi kalian orang-orang yang kurus, yang cantik, yang ganteng, kami adalah object bagi kalian untuk kalian jadikan bulan-bulanan, kalian merasa kalian sempurna, apalagi jika ada yang ngatain tapi orangnya ya ampuuuun muka udah kaya apa tau *huuaaaah, maaf kebawa emosi* gue minta untuk kalian sadar apa yang telah kalian lakukan kepada orang gendut ini, kalian menghinanya membuat luka dihatinya, kalian mencemoohnya, menghilangkan kepercayaan dirinya, kalian mengucilkannya membuat kami membenci diri kami sendiri, kalian tahu berapa lama gue bergulat dengan hal ini, cukup lama. kalian pernah kecil, pasti ada diantara kalian yang pernah melakukan hal hina itu, kalian  telah membentuk kami seperti ini. gue hanya ingin kalian sadar akan hal itu.

Sunday, 25 September 2011

Cerita cinta

gue jadi kangen sama si Irwansyah. uhm, haruskah gue mensensor namanya mulai sekarang? entahlah...

namanya Irwansyah Hadi, Hadi itu berarti "Pembawa Pesan" percaya atau tidak, dia bahkan nggak tahu apa arti Hadi itu sendiri. dia bilang Irwan itu berarti "Lontong" yang berarti "Pembawa Pesan Lontong" *jayus emang tu anak kadang* tapi gueakan  ketawa aja gitu saat dia ngelawak *modus*.

udah lama nggak ketemu, dua atau tiga minggu, well, sebenernya gue agak sedikit lebai karena hari minggu minggu ini gue melihatnya maksud gue sudah lama tidak ngobrol bareng dia.

sekitar dua atau tiga minggu kita nggak bertemu satu sama lain. terakhir bertemu alhamdulillah yaah *Syahrini Version* gue diberi waktu sekitar satu setengah jam untuk bicara dengannya.

kita ngobrolin apa yaaa? sebenernya lebih banyak dia yang bercerita tentang cewe'nya, dan mantannya *as usual*. terakhir melihat Cewe'nya, Cewe'nya itu bertanya kedia tentang siapa gue. hebatnya Irwan bilang "sebelum bertemu kamu, aku udah kenal dia, jadi dia temen aku yang paling lucu (-__-")". tapi tenang gue nggak cemburu, tapi entahlah, gue agak kurang suka dengan wanita itu. hhahhaha.

lalu, dasshhhh, dia bertanya tentang pria Bali yang dulu pernah gue ceritakan. lucunya, gue bahkan tidak ingat untuk menceritakan ke Irwan jika kami sudah bersama hampir sebulan. dia agak sedikit marah saat tau, karena gue tidak pernah bilang kedia. tapi murni bukan salah gue emang, kenapa gue harus menceritakan ke dia jika dia sama sekali tidak pernah bertanya.

dia mengatakan gue haruslah berhati-hati dengan cinta gue untuk Bli Orda, karena perbedaan yang kami miliki. yeah, gue bilang hal itu tidak perlu dikhawatirkan, gue akan baik-baik saja dan tidak akan ada masalah yang terjadi #tampangpesimis. karena kita masih muda, gue hanya ingin ini tidak menjadi beban untuk gue, kami pribadi belum memikirkan hal yang jauh, seperti pernikahan atau semacamnya. apalagi kami menjalani hubungan yang seperti ini, terpisah dengan laut *Bali maksud gue, itu laut apa selat yaaak? hhahhahaha*

gue kangen banget sama Dia *disini kita sedang membicarakan Irwan yaaaa, karena sebenernya gue tidak hanya kangen sama Irwan tapi sama Bli, sama semua Teman gue, Aulia Tirani, Ros Azizah, Ria Ismayani, Citra Pratiwi dan semua teman-teman gue yang ada di UNJ, gue sangat merindukan lawakannnya yang jayus, yang selalu bisa bikin gue tertawa :)

Wednesday, 21 September 2011

satu jam saja

Satu jam saja, lagunya Audy yang lagi sering banget keputer di playlist gue, taukan lagunya yang mana? Perlu gue nyanyiin? Oke, gue akan nyanyiin "Ehm.. Ehm.. Jangan berakhir, aku tak ingin berakhir.
Satu jam saja, ku ingin diam berdua, mengenang yang pernah ada" #nyanyi dengan suara merdu# *krikrikrik

Lagu ini, entah mengapa selalu berhasil membuat gue menangis tersedu, huahahaha ::ngakak sampe teguling guling::

tapi gue serius, lagu ini, membuat gue sadar, bahwa begitu berharganya waktu yang kita miliki, banyak hal sudah terlewatkan.

"...Jangan berakhir, karena esok takkan lagi, satu jam saja, hingga kurasa bahagia mengakhiri segalanya"

Lagu ini membuat gue merindukan seseorang.... Uhm, sebenarnya banyak orang. Tentunya gue merindukan semua teman-teman kuliah gue dulu, tentang kepindahan gue, yang pastinya harus meninggalkan semuanya. Yaaaa, yang pasti gue merindukan mereka semua, merindukan masa-masa kejayaan kami saat bersama. Jika di pikir-pikir, satu jam tidak akan cukup untuk mengenang semua yang telah berlalu, tapi jika memang hanya itu yang gue punya... apa boleh buat, lebih baik daripada tidak.

Monday, 5 September 2011

Lebaran H +3

yeeeeiiiiiii, akhirnya lebaran keluar juga. jalan-jalan nggak jelas. libur lebaran kangen Jakarta, pengen banget jalan-jalan ke Jakarta, mau liat Jakarta yang katanya sepi :)), selama lebaran nggak kemana-mana, cuman di rumah, pergi cuman lebaran hari pertama sama lebaran hari ke lima, itupun nggak ke Jakarta, gue pergi ke Bogor sama Tangerang, hadeeuuuuh, pada nggak tau apa gue pengen banget jalan ke Jakarta. akhirnya diijinin juga gue jalan ke Jakarta ;D yang pasti bener kata berita yang bilang Jakarta sepi, dari Pamulang ke Lb. Bulus itu cuman 20 menit, lama nunggu angkot, naik P20 lamanyooooo, pake acara ngetem sopirnya.

banyak hal tidak terduga yang terjadi sebenernya hari itu, hal paling mengejutkan adalah gue bertemu Ikkie :)) itu bener-bener nggak pernah gue harapkan sebelumnya. Maksud gue, gue harusnya tau karena dia memang bekerja disana. Tidak sengaja bertemu bahkan tidak melihatnya ada di shelter, dia langsung berkata "Hi, bla bla bla bla" hhaha, ya dia ngomong panjang lebar, membicarakan pekerjaannya yang tidak gue mengerti, lalu kita lebaranan, dia bilang gue harus lebaranan sama dia karena gue banyak salah sama dia, uhm, masalahnya salah gue ke dia apa yak, ngapa jadi gue yang minta maaf -_-" emang kadang tu orang rada-rada deh, ckckck.

O iya, gue melakukan hal bodoh hari itu, gue bertemu seseorang yang mirip Slamet, kali ini benar-benar mirip. Gue bertanya padanya apakah namanya Slamet dan itu cukup membuat gue bodoh didepan semua orang dan 2 orang temannya. Thank god, he's a very nice guy :) cukup membantu untuk mengurangi rasa bersalah gue saat dia tersenyum dan berkata "...ga apa apa muka saya memang pasaran". Arghhh, sumpah gue penasaran banget makanya gue nanya ke dia T.T

pulangnya, ugh, menakjubkan, gue melihat "kaka" yang mirip Ade di Ragunan :D Huaaaah, senangnya. Naek busway kan gue ya pulangnya, seperti biasa, turun di DepTan, karena itu hari libur DepTan penuhnya kebangetan, yang turun itu diturunin dipinggir jalan pake tangga tingkat yang biasanya dipake buat naro pot bunga. Bagian yang gue bilang menyenangkan adalah saat gue turun dan "kaka" ini ada di tangga sebelah kanan gue, sebenarnya dia seperti tidak sedang bekerja, hanya sedang kumpul dengan teman-temannya, karena seharusnya dia tidak disana. Dia berdiri di samping tangga sebelah kanan dengan seorang temannya, yang bertugas menggandeng tangan penumpang itu temannya, tapi saat gue turun gue menyodorkan tangan gue ke "kaka", hhaha. Agak maksa memang, tapi dia tetap membantu gue turun. Hhehe.

Jadi begitulah cerita lebaran hari ke 3 gue, cukup menyenangkan *buat gue*. Semua yang terjadi hari itu adalah kejutan, Karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi bahkan satu menit ke depan :))

Sunday, 28 August 2011

Rute wisata transjakarta lebaran '11

Lagi browsing, liat-liat berita tentang yang terbaru dari Jakarta, kangen juga sama Jakarta rasanya udah lama nggak keliling Jakarta :)) ya memang kebanyakan berita tentang orang mudik, perbaikan jalan, pantauan lalu lintas tapi ada juga berita tentang kereta yang dibajak looh *ternyata ada juga orang yang ngebajak kereta kaya difilm-film, hhahaha*, terus berita tentang si bapak Nazarrudin beserta istri. Uhmmm, bosen juga sih itu-itu mulu beritanya, akhirnya menemukan satu berita yang menarik perhatian gue, berita tentang TransJakarta BusWay, seperti yang kalian tahu gue cukup memberi perhatian terhadap TransJakarta, karena pada dasarnya gue suka jalan, suka menghabiskan waktu sendiri, waktu awal kor4 & kor6 dibuka gue cukup terbantu, jika gue bosan dengan mal atau tempat wisata lain gue bisa keliling-keliling naik busway, kemanggarai lalu ngebolang. gue ingat kelas 2 SMA gue mulai ketagihan naik busway *kedengerannya agak sedikit kampungan(?)*, kelas 3 SMA smester 2 mulai mengurangi kebiasaan itu, lalu saat kuliah (setiap hari naek busway) kebiasaan itu kembali dan semakin parah. berpindah dari satu bus ke bus lain, dari satu koridor ke koridor lain, gue lagi gemar naik kor9 sekarang, gue suka naek TraJa yang gandeng terus duduk dibangku belakang tengah yang tinggi itu, yang tepat dibawah AC, adeeem. Entah mengapa gue suka naek BusWay, mungkin bagi beberapa orang itu sangat kurang kerjaan dan melelahkan *bahkan untuk OnBoardnya sendiri*, tapi bagi gue semua itu bisa menghibur diri gue.

Kembali ke berita yang gue baca "LIBUR! Transjakarta buka 8 rute wisata", saat baca judulnya aja gue langsung terpana, sebenarnya tidak begitu mengagetkan karena setiap liburan pasti memang ada rute wisata tapi ya sedikit kaget aja dibikin rute sebanyak itu. Karena bagi gue akan lebih mudah jika menggunakan rute biasa dengan transit, dari pada menunggu rute wisata yang ga tau kapan lewatnya yang hanya akan membuat penumpukan penumpang di setiap halte. Apalagi untuk orang yang jarang naik busway, mereka hanya akan dibuat bingung dengan rute tambahan ini.

Gue tahu tujuan dari BLUTJ bikin rute-rute ini baik, ingin memudahkan penumpang (dan pasti ada penumpang yang setuju dengan rute ini) tapi gue adalah golongan yang kontra akan hal ini. dulu saat masih ada Ragunan-Senin atau sekarang Ragunan-MoNas (waktu awal-awal setiap rute ini baru dibikin, sekarang sih jarang tapi masih suka ada) aja banyak penumpang yang bingung atau kelewatan, ada yang salah naek, tadinya memang mau kedukuh atas tapi kebawanya yang ke MoNas, atau banyak penumpang yang menunggu rute khusus ini dihalte, seperti Ragunan-MoNas *maap yak contohnya ragunan doang, soalnya gue emang penumpang kor6* biasanya jika sudah sedikit siang, biasanya banyak ibu-ibu hebring bergerombol bawa anak kecil nangkring dipintu penaikan dan bikin sempit jalan masuk, mereka nunggu TraJa yang ke monas, tidakkah itu cukup mengganggu kenyamanan penumpang lain? Apa lagi ini terjadi pada hari kerja bukan pada hari libur yang ramenya seabrek-abrek (-__-").

Halte yang dilewatin rute wisatanya, mulai dari 29 Agustus 2011-4 September 2011:

Blok M-Ancol, Kali Deres-Ancol, Pluit-Ancol; dari Harmoni langsung Pecenongan, Juanda, Ps. Baru, Ps. Baru Timur, Jembatan merah, Mangga Dua, Pademangan, Ancol.


Pl. Gadung(kor2)-Ancol: Budi Utomo, Ps. Baru Timur, Jembatan Merah, Mangga Dua, Pademangan, Ancol. Kayanya klo yang ini langsung dari Galur belok kiri ga ke Harmoni dulu.

Ragunan-Cililitan: Mampang, Pancoran Barat, Pancoran Tugu, Tebet BKPM, Cikoko St. Cawang, Cawang Ciliwung,BNN, Cawang UKI, PGC 2 (turunin penumpang), PGC1/ Cililitan (naikin penumpang)

Ragunan-Grogol: Mampang, JamSosTek GatSu, Lipi GatSu, Semanggi, JCC Senayan, Slipi Petamburan, Slipi Kemanggisan, RS. Harapan Kita, Central Park, Grogol 2

Ragunan-Harmoni: Setiabudi Utara Aini, HI, Sarinah, BI, MoNas, Harmoni.

Ragunan-Pl. Gadung(kor4): Latuharhary, Ps. Rumput dst. (ngga tau lewat semua halte atau seperti biasa ada yang TU GAS ada yang Bermis-Gadung)

see, Ragunan sama Ancol masing-masing ada 4 rute, begimana nasib penumpang TraJa reguler, udah bingung, armada juga berkurang+hari libur (yang ini sih gue ga tau pihak BLUnya emang sudah menyiapkan Armada tambahan dan menggunakan bus seperti hari kerja, jadi busnya banyak atau malah menggunakan sistem yang hari libur dan sebagian armada digunakan untuk melayani rute khusus ini), tapi tetep yaa boo kenapa yang cililitan sama grogol ga di satuin aja gitu, kaya waktu Ragunan-Senen gitu, klo yang mau ke PGC bisa turun diCarolus, jadi lebih hemat gitu ;D

yaa tapi semoga yang gue takutin ga terjadi sih, semoga pihak BLU memang sudah memikir matang-matang semua rute ini jadi nggak ada yang namanya penumpukan penumpang yang parah, bus yang datangnya lama (baik TraJa rute wisata atau TraJa Reguler) ataupun keluhan-keluhan lain dari penumpang. Ya pokoknya gue cuman berharap TransJakarta dapat selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk penggunanya :))

Sunday, 21 August 2011

Dewasa

Apa itu dewasa? Dewasa dalam KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA adalah: (1) sampai umur;akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi), (2) telah mencapai kematangan kelamin, (3) matang (pikiran, pandangan).

Bagaimana dengan umur? Apakah umur dapat menentukan tingkat kedewasaan seseorang? Banyak orang yang lebih tua terkadang masih suka bersikap childish, seperti menurut KBBI dewasa itu matang (pikiran dan pandangan), jadi bahkan remaja juga bisa dibilang dewasa. Orang yang selalu menyelesaikan masalahnya dengan bijak, mengakui kesalahan yang diperbuatnya, tidak bersikap egois, tahu mana yang benar dan salah biasanya disebut orang yang dewasa, tidak seperti anak kecil yang hanya melakukan apa yang ingin dilakukan, hanya mendengar apa yang ingin didengar, hanya melihat apa yang ingin dilihat.

Pentingkah menjadi dewasa? Salah! mungkin pertanyaan yang benar itu, haruskah menjadi dewasa? Gue pribadi tidak benar-benar ingin menjadi dewasa, terlalu cemen untuk menjadi dewasa. Menjadi dewasa tidak seindah yang dibayangkan, gue tidak ingin orang yang gue sayangi pergi meninggalkan gue sendiri, gue belum siap berkorban untuk oranglain, gue tidak ingin bergulat dengan diri gue sendiri, mengakui jika perbuatan gue salah, bahwa semua yang terjadi pada diri gue adalah kesalahan gue, gue tidak ingin menangis sendiri ditengah malam dan berpura-pura gue baik-baik saja dipagi harinya, gue terlalu takut untuk memikirkan akan menjadi apa gue jika gue melakukan hal ini dan akan jadi apa jika gue melakukan hal itu, gue tidak bisa berteriak dalam hati karena itu hanya akan membuat batin gue semakin tersiksa.

Gue hanya tidak ingin memikirkan semua itu. Gue hanya ingin tetap menjadi anak kecil, yang selalu melakukan apa yang ingin gue lakukan tanpa memikirkan apa yang terjadi esok hari, hidup dalam dunia gue sendiri, menjadi apapun yang gue suka tidak peduli dengan orang lain. Hal itu lebih mudah dan jauh lebih indah untuk dibayangkan daripada membayangkan bagaimana menjadi dewasa.

Thursday, 18 August 2011

Plong

Hari ini (kemarin, kamis) Irwan bagaikan berkah buat gue :)), betapa senangnya gue bertemu dia kemarin, disaat menjelang buka puasa dan gue sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa dia datang, gue tidak ada niatan untuk menunggunya bahkan gue sama sekali tidak ingat jika dia masuk siang, yang gue inginkan adalah cepat-cepat turun dari halte busway dan membeli sesuatu untuk berbuka.

Kemarin pertama kalinya gue keJakarta saat sedang puasa, beberapa hari yang lalu memang sudah bulan puasa tapi gue sedang tidak berpuasa. Nonton Kung Fu Panda2 kemaren *dimana film itu sangat kocak dan juga sedih, gue menangis di samping anak kecil*, keluar jam 4, gue pikir sempetlah gue beli makanan pas turun busway, males banget ke DuTas2 karena gue tau pasti akan rame banget disana jadi memutuskan turun di benhil dan naik kor 9, tapi ternyata shelternya penuh dan semua TraJanya kejebak macet, alhasil gue baru naik jam 5. Logikanya, jika gue naik jam 5 dan GatSu macetnya kebangetan gue akan sampai di Kuningan Barat jam setengah 6 + nunggu TraJa kor 6 +/-30menit maka itu berarti saat maghrib gue masih ada di shelter. Benar saja, gue sampai pukul 05.38 pm (waktu hp gue) diKunTi, halte penuh banget berarti gue tidak akan naik dalam waktu setengah jam. Yasudahlah gue memutuskan untuk ke Gor, dan bodohnya Gor Soemantri tidak jauh lebih baik.

Pukul 05.54pm (whg), bus Irwan lewat kearah dukuh atas *10.8 Demak Ambon klo dia bilang*, saat melihatnya satu-satu nya yang ada diotak gue adalah minta permen ke dia, setidaknya gue bisa membatalkan puasa gue dengan permen dari pada nunggu turun busway yang nggak tau jam berapa nyampenya.

Waktu ngeliat Irwan tampang gue *yang gue yakini* sangat bahagia, teriak-teriak sambil loncat-loncatan, "huaaah, IRWAN, IRWAN ikuuuuuuuut" ucap gue dan seperti biasa Irwan senyum dan memberi isyarat untuk masuk. Gue naik dengan satu barrier dan dia bilang udah maghrib, bahkan dia bertanya ke gue "lo yang naek dari smk 57 kan?" gue bahkan nggak tau dia :D si Irwan cuman ketawa aja lagi. Irwan langsung memberi pengumuman ke penumpang jika sudah waktunya berbuka. Dia mengeluarkan permen dan memberikan satu untuk gue, dia bertanya apakah gue mau minum "mau aer nggak?", gue pribadi mau banget minum tapi gue inget dulu dia pernah bilang dia akan beli satu gelas aer minum *minuman ringan yang digelas* sisanya dia akan makan permen untuk berbuka. Gue ingat SATU itu untuk dia buka dan yakin jika dia hanya beli satu, jadi gue mikir gue nggak bisa ambil air itu seenaknya saja. Gue cuman masang muka bingung, dia bertanya dengan tegas sekali lagi apa gue ingin minum? Gue mengangguk kecil, jadi dia memberikan sedotan ke gue dan meminta gue untuk memegangnya sebentar sementara dia melakukan pekerjaannya yaitu membuka pintu, setelah pintu tertutup dia mengambil sesuatu dari sebelah kanan bawah pintu busway, gue ingat ke dua orangtua gue selalu bilang jangan terima permen/makanan/minuman dari orang asing, tapi apa boleh dikata lagipula Irwan tidak lagi begitu asing untuk gue, dia memberikan minuman gelas rasa jeruk untuk gue, saat gue mengambilnya gue berkata "buat gue? Seriusan? Lo mana? Apa nggak apa-apa?" dia bilang "nggak apa-apa, buat lo aja, gue masih ada itu, ntar gue ambil di latu" gue antara percaya nggak percaya sih sama dia, soalnya pas di latuharhary dia nggak ngambil minumnya, pas gue tanya dia cuman bilang "iy ntar nyantai aja" gue hanya berpikir jika ternyata emang bener dia cuman beli 1 gelas.

Di jalan dia sempat melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat gue shocked, dia bertanya apakah gue memiliki perasaan untuknya, gue kaget saat ditanya, justru pertanyaan itu yang masih jadi momok menakutkan buat gue. Gue tiba-tiba aja mengatakan sesuatu yang nggak gue sadari dan memang datang dari lubuk hati terdalam "gue suka dan sayang sama lu, gue peduli sama lu karena lu adalah teman gue, tidak ada teman gue yang tidak gue sukai. Gue tidak akan bilang lu brengsek seandainya gue nggak peduli sama lu, demi kebaikan lu, emang gue keliatan demen sama lu ya?", gue cukup senang bisa mengatakan hal itu, gue tahu sekarang dia adalah teman yang baik, dan rasa yang gue rasakan memang seperti itu, mungkin gue sempat bingung tapi gue sudah menemukan jawabannya sekarang. Dia cuman bilang "bener juga lu, itu juga yang gue pikirin, dasar endut, ngegemesin banget deh lu".

Gue hanya senang dia bertanya seperti itu ke gue, membuat gue menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan gue juga :))

Wednesday, 17 August 2011

Slamet Riyadi

Jika ada yang merasa pernah membaca post gue yang satu ini, tolong jangan menggunakan perasaan karena memang post ini pernah gue publish di facebook gue. Tulisan ini menceritakan tentang seorang Slamet Riyadi, seorang pemuda yang sangat luar biasa mengagumkan :))

Slamet Riyadi yang gue maksud bukanlah seorang pahlawan, juga bukan nama salah satu shelter busway di kor 5 (kp. Melayu-Ancol). Slamet Riyadi yang gue maksud hanyalah seorang pemuda yang sangat gue kagumi.

Slamet Riyadi adalah anak muda yang paling baik hati yang pernah gue temui dalam hidup gue, anak muda yang paling sopan, ramah, sabar, rendah hati, tidak sombong dan murah senyum. Gue tidak bilang dia pemuda yang sempurna, hanya saja dia berbeda dari pemuda lain. Susah menemukan anak muda yang seperti dia di Jakarta sekarang ini.

Pemuda ini selalu melakukan semuanya dengan ikhlas, termasuk senyumnya, senyum termanis yang pernah gue lihat, senyumnya seperti menularkan virus yang selalu berhasil membuat gue tersenyum, bahkan dihari terburuk gue.

Seperti Abang, dia menghilang tiba-tiba. Seperti Abang, gue mengenangnya dalam benak gue. Tapi tidak seperti Abang, dia tidaklah lagi kembali muncul *terdengar tragis memang*, daan tidak seperti Abang, gue tidak sempat untuk mengenalnya. Gue tidak mengenal siapa dia, terlalu takut untuk menjalin sebuah pertemanan dengannya, karena *mungkin alasan gue akan terdengar tidak masuk akal dan sangat lebai* gue merasa tidak pantas berteman dengan anak muda seperti Slamet Riyadi karena gue tidak cukup baik untuk menjadi temannya.

Gue sangat mengagumi pemuda ini, gue selalu memperhatikan dia, mengawasi dia, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Akhir-akhir ini Slamet Riyadi kembali menghantui gue. Dia datang ke dalam mimpi-mimpi gue, dan selalu ada saat gue memejamkan mata, gue bisa melihat Slamet dengan jelas akhir-akhir ini, matanya, senyumnya, gelang power balance yang dipakainya, handphone Nokia 5300nya, sepatunya bahkan handuk kecil berwarna merah yang sudah pudar yang dia lipat kecil dan ditaruh di kantung celana belakang sebelah kanannya. Semua terlihat jelas dibenak gue, seakan semuanya baru terjadi kemarin.

Gue sangat merindukan anak muda ini. Entah bagaiman semua tentangnya yang gue ingat selalu membuat gue menangis. Senyumnya, cara dia berbicara, saat dia mengatur volume suaranya, dia bisa selalu tahu kapan dia harus bicara keras dan tegas, caranya menghormati orang yang lebih tua, cara dia bersandar dan memejamkan mata, tidak ada kesan sombong dalam dirinya, tidak ada kesan galak dalam dirinya yang ada hanyalah sebuah kenyamanan saat berada didekatnya. Kepribadiannya yang membuat gue selalu menangis jika gue mengingatnya, berharap gue bisa seperti dia.

Pak Kosim bilang Slamet itu anak yang sangat, amat sangat baik, sopan, ya baik sama semua orang dan memang banyak pujian yang diberikan kepadanya, banyak yang bilang OnBoard Kor 4 yang bernama Slamet Riyadi itu baik, sopan dan ramah. Itulah Mas Slamet Riyadi yang gue kagumi. Pak Kosim bilang, jika dia tidak ada di kor 4 mungkin dia pindah ke kor 10, pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Bang Juned.

Slamet Riyadi sebenarnya tidak tampan, hidung besar, mata sipit, kulit cokelat, tapi karena kepribadiannya yang luar biasa dia terlihat sangat tampan dimata gue. Gue bersyukur, walaupun gue tidak mengenalnya, gue bisa tahu jika masih ada pemuda yang sangat ramah di Jakarta.

Satu hal yang gue pelajari dari seorang Slamet adalah apapun yang terjadi, seburuk apapun masalah yang menimpa kita, kita harus tetap bersabar dan tetap tersenyum. Lihatlah Slamet, pekerjaannya tidak semudah yang kita lihat, hanya berdiri di dalam bus berAC. Sebagai seorang SatGas OnBoard TransJakarta menghadapi penumpang itu butuh kesabaran yang extra.

Slamet Riyadi, seorang pemuda yang memiliki kepribadian yang sangat menakjubkan dan betap gue sangat mengaguminya :))

Thursday, 11 August 2011

bukan hari paling aneh hanya sedikit luar bisa mengejutkan, luar biasa memalukan, luar biasa menyenangkan

sumpeeeeeeh, kemarin tuh gue bangun telat, gue bangun jam 5 padahal gue harus sampai di UNJ jam 8 pagi. semuanya berjalan lancar sampai saat gue naek BusWay. sampai pukul 06.40 dishelter, nunggu setengah jam di shelter baru dapet TraJa itupun gue terpaksa ikut yang ekspress monas karena gue sudah berada diantrian paling depan *nggak ngerti gue kenapa setiap gue ada dibarisan belakang yang lewat selalu TraJa Dukuh Atas sedangkan saat gue ada di antrian paling depan selalu TraJa yang eksprees*, dan apakah ada yang bisa menebak seberapa panjang antrian di SMK 57? sampe jembatan booo. sudah sangat sempit itu di bus tapi gue tetap memaksa masuk. masih ada tempat sih di dalam untuk satu atau dua orang tapi OnBoardnya minta tolong ke gue dan mba-mba di sebelah gue untuk berdiri mepet ke pintu dan tidak bergeser lagi. di Mampang gue melihat Ikkie, dia juga sedang menanti TraJa *sepertinya hari itu dia masuk siang*. agak sedih gue karena yang gue tau dia selalu turun di Kuningan Timur.

untung feeling gue bagus, gue turun di GOR Soemantri dan nunggu TraJa yang ke DuTas. ternyata di dalam
bus ada Ikkie. huuuaaaaaaah, seneng nggak yaa satu bus sama Ikkie? ;)) waktu gue naik, gue kan naik dibelakang dan emang penuh dan sama sekali nggak ada pegangan di dalam bus. gue bingung mau pegangan dimana *seperti biasa gue selalu bisa bersikap lebai dan membuat keadaan disekeliling gue menjadi heboh*, Ikkie sempet megangin tangan gue, tapi gue langsung pegangan ibu-ibu didekat gue dan ibu-ibunya juga bilang "nggak apa-apa dek, pegangan aja", Ikkie jutek banget ngeliat gue, sereeeeeem bener dah doi. akhirnya ibu-ibu duduk dan gue bener-bener nggak ada pegangan, akhirnya gue berbagi pegangan sama dia, dia ngasih gue tempat duduk sih. gue turun di dukuh atas *bukan karena Ikkie ya, tapi karena emang gue sekarang selalu ke DuTas". engingeng, tebak siapa yang jadi OnBoard di TraJa Kor4 pertama yang lewat? Arie Dwi Saputra. sumpaaaaaah itu gue bener-bener males ketemu sama dia, dia tidak seperti Slamet gue :'(

keManggarai dulu pulangnya, asiiik naik BusWay dari Halimun, nanya sama Irwan klo seandainya gue naik dari halimun mau keragunan apa boleh gue langsung naik kor 6 tanpa harus ke DuTas, tapi dia bilang nggak boleh, yasudah, nunggu kor4 lamanyooo banget-banget dan penuh. gue mencoba untuk bertanya kepada OnBoard kor 6 yang lewat untuk mengijinkan gue naik dan berjanji akan turun didukuh atas, tapi tetap tidak diizinkan. hopeless nunggu kor4 akhirnya gue duduk aja gitu sambil baca novel, sesekali memperhatikan jalur kor4 yang tak kunjung datang busnya. saat gue ngeliat kor6 ada banyak bus berjejer, tapi gue sudah tidak ingin mencoba lagi mengemis untuk dinaikan #emosi tingkat tinggi. ternyata Irwan adalah OnBoard disalah satu TraJa itu, saat semua orang memaksa naik dan tetap tidak diizinkan gue pikir Irwan juga tidak akan mengizinkan gue naik, tapi saat semua orang menjauh dia mengedipkan matanya *dia selalu mengedipkan matanya saat memberi isyarat ke gue, tau peppy the explorer, kedipannya dia kaya si Peppy, agak lebai, tapi jujur gue sama sekali tidak mengerti jika dia menggunakan kedipan mata ataupun gerakan bibir, #efek otak gue yang lemot* untungnya dia langsung ngangkat tangan dan gue langsung masuk kedalam bus. sepanjang jalan kita membicarakan hal-hal yang tidak begitu penting *seperti biasa*, kita juga membicarakan TraJa yang udah bapuk.

hari baru dan gue tetap terlambat, beturut-turut gue terlambat. semalam gue lupa menyalahkan alarm, alhasil gue telat lagi, busway lebih baik daripada kemarin karena gue hanya menunggu 10 menit untuk bisa naik. dan bagian paling menyenangkan hari ini adalah TraJa yang gue naikin adalah TraJa tembakan, gue dapet tempat duduk dibawah AC pula. sampai di jatipadang TraJanya berhenti, menunjukan tanda-tanda dia akan ngadat, di TL pejaten pramudi benar-benar meyakini jika busnya itu akan mati total, dia menurunkan sebagian penumpang, karena jika menurunkan semua penumpang shelter tidak cukup menampung. sisanya akan diturunkan di shelter berikutnya *including me*, ternyata di buncit bus sama sekali nggak mau jalan, dalam hati berpikir apakah TraJanya mogok karena kemarin gue ngata-ngatain dia ya. Haha. Dan memang benar itu mati total, OMG! It's not good, gawat, setiap bus yang lewatpun tidak bisa bawa penumpang karena jarak bus satu ke bus lain itu sungguh luar biasa jauh. balik ke pejaten akhirnya, tapi tidak membantu sama sekali, nunggu bus 1 jam baru bisa keangkut.

Wednesday, 10 August 2011

teman dan sahabat

banyak orang yang bertanya ke gue, kenapa gue selalu terlihat sendiri tanpa teman saat gue pergi? sebenarnya gue sama sekali tidak tahu apa yang harus gue katakan kepada mereka yang bertanya. gue hanya mengatakan jika gue lebih merasa sangat nyaman jika seandainya gue sendiri, tapi dari cara mereka menatap gue gue selalu tahu jika apa yang gue katakan tidaklah dapat diterima oleh mereka. apa saat gue sendirian membuat gue menjadi anak paling aneh di dunia? sebenarnya apa masalah mereka, jika seandainya mereka lebih bahagia saat mereka bersama dengan teman-temannya ya itu mereka BUKAN gue. jujur guepun tidak tahu kenapa gue sampai bisa seperti ini. gue punya banyak teman hanya saja gue tidak terlalu suka untuk berkumpul, dan hal itu selalu membuat gue terkesan seperti orang sombong.

Abang pernah bilang yang kita butuhkan dalam hidup adalah sahabat. tidak peduli sebanyak apa teman kita, kita tetap butuh seorang sahabat. dia bilang dia punya satu sahabat yang sangat mengenalnya. saat Abang mengatakan hal itu, gue menyadari gue tidak ingin menggantikan posisi Raden. mencari sahabat seumur hidup itu tidak semudah yang dipikirkan. bahkan seorang Irwan juga mengatakan jika gue tidak bisa seperti ini, menutup diri, menjauh dari semua orang bukan hal yang paling tepat untuk dilakukan. senyaman apapun gue terhadap kondisi gue sekarang, gue harus berusaha untuk tidak bersikap egois dan hanya memikirkan kehidupan gue, demi kebaikan gue. gue akui apa yang dikatakan Irwan itu adalah sesuatu yang benar.

Monday, 1 August 2011

Jalan-jalan sebelum puasa

Puasa tahun ini ada yang berbeda. Biasanya sebelum puasa gue jalan-jalan beli buat baju baru atau belanja buat keperluan puasa besok, karena semua keperluan puasa udah dibeli sama nyokab dari jauh-jauh hari, klo masalah baju baru, gue memutuskan tidak akan ada baju baru tahun ini tapiii gue pengen beli wedges T.T

jadi sebelum puasa tahun ini nggak kemana-mana sampe seminggu yang lalu liat berita Harry Potter and The Deathly Hallows keluar tanggal 29 July, sebenernya nggak bener-bener pengen nonton mengingat terakhir gue nonton Harry Potter and The Orde Of The Phoenix itu gue ketiduran, setelah hari itu gue nggak pernah mau diajakin nonton Harry Potter lagi :D, tapi mengingat ini film terakhir dan mau puasa juga *ga tau gimana gue ngidam solaria* jadi berangkatlah gue ke Gandaria City hari Sabtu kemaren sama kakak gue, nyampe bioskop antriannyooo panjang bener (-__-"). Pas udah nyampe loketnya Harry Potter hari sabtu mulai dari yang jam 12 sampe jam 18 semua hanya menyisakan beberapa bangku di barisan (TER)depan, gue? Tentu saja menolak, akhirnya kita beli tiket untuk yang hari minggu. Rencana yang udah disusun rapi buyarlah sudah. Akhirnya hari itu ke GanCit cuman beli ticket dan makan Ramen di Sanpachi. Ckckck.

Hari minggu, mau nggak mau jalan lagi ke GanCit, nyampe sana jam 12.15, asiiik, jadi juga gue makan di solaria. Setelah itu jalan-jalan sebentar ke gramedia karena filmnya jam 14.15. Mau beli buku tentang autobot tapi ga punya uang. Hahaha.

Masa dah gue nangis nonton Harry Potter. Hahaha. Tapi gue akuin itu film sungguh membuat gue terharu ;( mungkin karena film terakhir dan banyak yang mati juga jadi emang sedih.

Thursday, 21 July 2011

harus tetap seperti ini

"udah wan, putus aja sama cewek lu"

tiba-tiba saja gue memotong cerita Irwan. Gue tidak membenci Pacarnya, guepun tidak cemburu sama Irwan, gue hanya tidak suka saat Irwan membicarakannya, samakah artinya dengan cemburu? Sudahlah tidak usah kita membahasnya. Untungnya Irwan tidak marah dengan tanggapan gue yang tadi, dia hanya memberi senyum ala Irwansyah Hadi yang khas :)

"gue gampang suka sama cewe, tapi hati gue nggak gampang nerima seseorang"

asik bener dah yee kata-katanya si Bang Ganteng yang satu itu. Tapi gue juga begitu sih, wuuiih banyak yang gue demenin, tapi yang ada di hati hanya seorang Slamet Riyadi, Abang Rosyidpun kalah :D. Irwan bilang dia nyari pacar biar dia punya temen nelpon, dia tidak benar-benar mencintai pacarnya itu. Itu sebabnya gue menyuruhnya memutuskan pacarnya. Guepun tidak suka saat doi cerita tentang penumpang wanita lain di busway, bahkan saat dia menceritakan tentang salah seorang penumpang yang dia sukai, dia bilang "wanita" itu cukup menarik, orangnya nyantai, asik, kocak dan bla bla bla. Gue tidak mendengarkannya bicara sebenarnya, entahlah gue tidak peduli dengan mereka dan wanita itu, kenapa dia harus selalu membicarakan mereka. Rasanya mau teriak ke doi .

Gue nggak suka saat Irwan mengatakan

"mantan gue yang dulu di UNJ mirip sama lu, T-shirt, jeans, sepatu sama tas, semuanya mirip sama lu. Kemaren ketemu dia pas mau kerja, cakep dah dia pake seragam kerjanya, nyesel gue"

gue bilang ke dia

"tapi sayangnya gue beda sama mantan lu kan?"

dia bilang bedanya adalah gue itu lucu, kaya anak kecil. Sedangkan mantanya lebih dewasa. Gue diem setelah itu. Gue mengalihkan pembicaraan dengan kepindahan gue. Gue senang saat mendengar dia mengatakan betapa dia akan sangat merindukan gue.

Gue tidak ingin menyukainya. Gue lebih suka Irwan seperti ini, sebagai teman biasa dan teman curhat. Gue tidak ingin ada perasaan-perasaan aneh untuk dia. Gue benar-benar berusaha untuk tidak melakukan hal yang nggak wajar didepannya. Bahkan setiap tidak sengaja berpapasan, dia selalu sms dan bilang "seneng banget ketemu gue".

Tuesday, 19 July 2011

Transformer: dark of the moon

Huaaaaaaah, gue nggak sabar nonton Transformer 3, kapan tayang di Jakarta? Gue mau nonton para autobot beraksi, oiya sama si ganteng Capt. Lennox *huaaaah, unyu banget deh tu orang, nggak bohong, harusnya gue jadi istrinya tuh di transformer #ngarep*

liat-liat di webnya 21, Transformer sama Harry Potter masih Coming Soon. Seenggaknya klo coming soon itu udah pasti tayang kan yah? Hhahaha. Tapi kapan? Masih lama ya? Selama apa? Selama gue menanti Abangkah? Nggak deh, lama amat, klo selama gue menanti Abang kga bakal tayang-tayang dong :(( Ada yang bilang Harry Potter tayang dua minggu lagi, terus Transformer dua minggu juga kah?

Tapi klo dipikir-pikir dua minggu itu udah masuk bulan puasa, masa nonton pas bulan puasa? Nggak bisa cemil sana cemil sini dong (-___-"), lagi pengen Ice Green Tea blended.

Lagi bokek, mesti ngumpulin uang nih, temen-temen gue pada pengen nonton Harry Potter, gue pribadi sih lebih ngebet nonton Transformer. Gue lagi nggak punya duit, kecil kemungkinan gue bisa nonton dua-duanya, menyedihkan.

Thursday, 14 July 2011

PP 036

PP 036 adalah sebuah bus TransJakarta busway, bus yang selalu mengingatkan gue pada seorang Slamet Riyadi, seorang OnBoard busway yang menurut gue sangat baik dan sopan walaupun harus selalu menghadapi penumpang yang terkadang harus gue akui sendiri agak sedikit menyebalkan.

PP 036 adalah busway kenangan gue sama si mas Slamet ini, yaaah seperti yang kalian ketahui gue adalah orang yang lebai :D. Senyumannya, kebaikannya, kesopanannya, kesabaranya tidak ada yang bisa mengalahkannya, gue belum pernah bertemu dengan pria seperti ini, di Jakarta orang seperti ini sudah jarang ditemukan.

PP 036, berkali-kali bertemu Slamet di bus ini, berkali-kali melakukan hal memalukan di bus ini, di bus ini pula gue terakhir melihat anak muda itu.

Hari ini naik PP 036 tanpa disengaja, amat sangat berharap saat memalingkan kepala ada seorang Slamet sedang berdiri bertugas di pintu busway, tapi harapan hanya akan berubah menjadi kecewa, dipintu berdiri seorang pemuda tapi itu bukanlah Slamet Riyadi, dia adalah Dede Priatna, yaa mau diapakan lagi, udah nasib. Duduk dibangku belakang tengah, yang membuat gue bisa melihat setiap sudut PP 036. TraJa hari ini kosong, gue memandang berkeliling, mulai berkhayal dan pikiran gue melayang kemasa-masa kejayaannya Slamet Riyadi.

Gue bisa melihat dengan jelas Slamet Riyadi berdiri dipintu, dengan senyumnya, dengan anggukan kepalanya. Dia memandang gue dan kita (gue dan Slamet Riyadi) tersenyum menahan tawa, itu bukanlah sebuah khayalan belaka, itu datang dari kenangan masa lalu yang benar terjadi berbulan-bulan yang lalu, kita benar-benar saling pandang dan tertawa, kenapa? Di PP 036, gue pulang dan satgas hari itu Slamet Riyadi, cuaca saat itu sangat terik, jalanan Jakarta seperti biasa ramai dan lancar, traja kosong, Slamet menegur seorang siswa SMA yang makan di dalam bus, dengan tegas tapi tetap sopan dan tersenyum *yang mengingatkan gue pada beberapa satgas busway yang terkadang membentak saat melarang penumpang*. Setelah selesai dia memandang gue, mengangkat bahunya dan tersenyum sambil menggigit bibir. Gue bener-bener mau ngakak saat itu. Sebenernya kalo gue cerita kayanya ga lucu ya? Itu lucu bukan karena apa yang dilakukan Slamet ataupun gue, yang lucu adalah siswa SMA itu, anak yang makan yang ditegur oleh Slamet. Bagaimana tidak lucu, anak ini makan nasi dengan daging menggunakan tempat makan dan sendok, sesuatu yang amat sangat tidak pernah gue pikirkan akan ada orang yang melakukan itu di dalam busway, di dalam ada tulisan berisi tentang larangan makan atau minum di dalam TraJa dan gambar sendok dan garpu yang dicoret, jangankan nasi terkadang makan permen atau biscuit saja ditegur petugasnya.

Di TraJa ini juga sirkam gue ilang, gara-gara petakilan ganti tempat duduk biar deket sama Slamet *udah kaya anak kampung naek busway*. Di Matraman kayanya sirkam gue jatuh.

Terakhir melihat Slamet Riyadi hari Jumat tanggal 31 Desember 2010 di PP 036, hari itu gue ingin naik TraJanya dia tapi terkadang apa yang terjadi tidak selalu seperti yang kita inginkan. Pagi hari gue mencari, jujur karena gue memiliki perasaan nggak enak setiap awal bulan yang tidak gue mengerti, Abang pernah bilang biasanya beberapa bulan sekali ada pergantian atau perpindahan atau apalah itu namanya dan biasanya dilakukan per tanggal 1. Sebenarnya gue tidak mengerti bagaimana sistem kerja atau peraturan disana, tapi perpindahan itu memang benar terjadi pada beberapa pegawainya. Yang gue takutkan adalah Slamet akan pindah dan gue tidak akan pernah melihatnya lagi. Hari itu tanggal 31 Desember, akhir bulan dan hari itu juga adalah hari dimana 2 koridor baru dibuka, yang seenggaknya walau gue tidak mengerti gue tidak bego-bego amat dan meyakini 2 koridor baru itu akan mengambil beberapa pegawai dari semua koridor lama. Gue cukup senang saat melihatnya hari itu, melihatnya berdiri di pintu dengan seragam batiknya yang konyol. Gue nggak naik TraJanya, bus yang gue taikin berpapasan dengan busnya dia selepas shelter Manggarai saat gue mengarah ke unj, ingin sekali turun dan menunggunya tapi hari itu gue sudah cukup terlambat.

Kebaikannya membuat gue sangat kehilangan dia, kesopanannya membuat gue sangat mengaguminya, kesabarannya membuat gue sangat merindukannya, senyumannya membuat gue sangat menyukainya.

Saturday, 9 July 2011

Kenangan Abang

Sedang tidak ada kerjaan, melamun mengenang masa lalu. Tentang Abang yang tidak akan pernah ada habisnya, gue menangis, malu dan tertawa setiap mengingatnya.

Saat itu antara hari Rabu atau Kamis, entahlah gue sedikit lupa, karena dia mengenakan seragam orange nya dia, saat itu siang, sekitar jam 2an dan gue sedang dalam perjalanan menuju rumah. Untuk pertama kalinya gue menyadari keberadaannya. Gue sendiri saat itu, yang gue ingat gue berdiri dipintu sebrang, TraJa hari itu tidak begitu penuh hanya ada beberapa orang yang berdiri, beberapa kali gue menangkap matanya sedang menatap gue dengan pandangan yang paling gue benci. Jadi gue melihat namanya, sedikit tersenyum saat mengetahui namanya seperti nama kakek gue, melihat nomor punggungnya 6005, saat ada balita turun dengan ibunya, dia menggoda balita itu *atau menggoda ibunya*.

Suatu hari selasa, dia menolong gue untuk pertama kalinya. Ternyata dia tidak sejahat tampangnya, walaupun hari itu dia tetap mempertahankan tampang juteknya.

Hari-hari berlalu dia mulai tersenyum dan mau bicara dengan gue. Setiap hari bertemu, gue mulai untuk tidak menghindarinya lagi, menyapa gue setiap hari. Gue mengatakan kepadanya betapa gue sangat membenci wajah juteknya, dia hanya tersenyum dan meminta maaf.

Jika gue tidak salah ingat, hari itu hari Rabu, hari dimana dia menolong gue untuk yang kesekian kalinya, dan hari yang sangat/paling memalukan gue didepannya dan seluruh penumpang busway. Minum gue tumpah selepas GOR Soemantri, gue merasakan sepatu gue basah, gue langsung mengeluarkan tempat minum gue, tapi gue membiarkan buku gue tetap berarada di dalam tas, dia menarik tas gue dan mengeluarkan isinya, gue malu saat gue menyadari betapa berantakannya tas gue. Dia memarahi gue, dan bilang betapa cerobohnya gue. Di shelter berikutnya *karet kuningat atau kuningan madya shelter setelah gor, gue lupa* dia menurunkan penumpang dengan setumpuk buku ditangan kiri dan tas gue menggantung di tangan kanannya, gue merasa bodoh, dia bekerja dan membawa semua barang gue sedangkan gue hanya bengong dan memegang botol minum yang airnya sudah tinggal seperempat. Saat dia masuk lagi ada seorang Ibu yang baik hati memberikan plastik oriflame besar miliknya ke Abang. Abang tau gue malu hari itu, dia membesarkan hati gue dengan mengatakan pernah ada penumpang yang lebih nyusahin dibanding gue T.T

dunia terus berputar, dia mulai berani menggenggam tangan gue, mengelus rambut gue yang diakui sendiri olehnya betapa dia menyukai rambut panjang gue, dan membuat gue memotong rambut gue saat dia menghilang.

Hari Jumat, saat itu gue mengenakan rok, yang kata Sohib gue terlihat lucu mengenakan rok itu. Saat itu Abang bilang gue terlihat lebih seperti seorang perempuan dan hari itu guepun sempat marah karena sesuatu dan gue lupa karena apa, tapi hari itu gue marah dari pukul 13.13 sampai 13.16, dia tertawa saat gue mengatakan itu. Itu adalah hal paling kekanak-kanakan yang pernah gue lakukan.

Pukul 17.30 wib saat itu, hari Rabu lagi, cuaca cukup mendung. Dishelter ada begitu banyak orang, ditambah bus yang jarang-jarang, kebetulan gue melihat JTM 029, bus berbentuk aquarium ini baru saja melintasi UNJ mengarah pl. Gadung dengan 6005 sebagai satgasnya. Beberapa orang dishelter mengatakan jika itu adalah express Ragunan-Pl. Gadung dan berpikir akan menunggunya, dan itu memberi gue ide untuk menunggunya juga, pergilah gue ke Velodrome, memilih menunggunya disana, hujan turun dengan diikuti kilatan cahaya yang menakjubkan. 30 menit berlalu akhirnya lewatlah dia. AC di dalam bus cukup dingin, harus gue akui saat itu gue benar-benar lelah, gue laper, gue ngantuk. Tampang kusut gue dipertanyakan oleh Abang, dia tersenyum dan minta gue untuk tetap semangat. Saat itu dia menggenggam tangan gue, gue merasa kepala gue berat banget dan melihat kaca yang sepertinya sangat dingin membuat gue menempelkan pipi gue dikaca itu. Dia melihat dan mengangkat kepala gue menjauhi kaca, dia tersenyum dan bilang jika kaca itu kotor, dia menyodorkan pundaknya dan gue menyandarkan kepala gue disitu, saat itu gue tidak memikirkan betapa tidak pantasnya gue melakukan itu di dalam busway, dan sekarang gue menyadari betapa bodohnya gue saat itu. Saat ada tempat duduk, dia menggandeng dan mengantarkan gue ketempat duduk, gue berasa kaya orang hamil jadinya. Haha. Sepanjang jalan dia menyuruh gue untuk tidur, tapi gue emang nggak bisa untuk tidur di bus.

Hari Jumat, saat itu gue sedang sangat tidak enak badan. Dia mengatakan sungguh terlihat dewasanya gue saat sedang sakit, tapi yang membuat gue senang adalah dia bilang dia merindukan gue yang biasanya, yang selalu pecicilan, yang selalu bikin ulah, yang nggak bisa diam, dia meminta gue untuk istirahat agar hari senin dia bisa melihat gue kembali seperti gue yang biasa.

Kemarin hari Rabu, 27 juni, terakhir bertemu Abang, dan salah seorang teman kerjannya menyangka jika gue adalah pacarnya dia. Sejujurnya ada sedikit rasa senang saat dibilang pacarnya :D

Thursday, 7 July 2011

Apa ini?

Lagi-lagi gue bimbang, galau, Dilema tingkat dewa dan gue benci saat gue merasakan hal itu. Berasa seperti orang paling menyedihkan sedunia.

Gue tidak hidup untuk masa depan, sama sekali gue tidak ingin memikirkan tentang masa depan, memikirkannya sama sekali tidak membantu gue merasa lebih baik. Gue hidup untuk hari ini, berusaha untuk tetap bertahan hidup sampai hari ini berakhir, masa lalu menjadi pelajaran untuk gue bertahan hari ini, gue tetap menghormati masa depan, biarkan dia tetap menjadi sebuah rahasia. Terkadang ada saat-saat dimana gue benar-benar merasa terpuruk dan tidak bisa diselamatkan lagi, membuat gue berharap dunia berhenti berputar dan tidak akan ada lagi hari esok tapi gue bukan siapa-siapa, dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena gue mengharapkannya. Datanglah satu hari lagi dalam hidup gue, mencoba bertahan sekali lagi dan pada akhirnya gue akan selalu bertahan sampai hari ini berakhir. Kematian bukanlah hal yang gue harapkan, untuk apa megharapkan sesuatu yang memang sudah ditakdirkan akan terjadi dalam hidup gue.

Utamanya hidup bukanlah pilihan, hidup adalah sebuah kebetulan setelah itu barulah kita boleh menentukan hidup kita, lalu akan berubah menjadi takdir kehidupan. Yang harus diakui terkadang itu bisa menjadi sebuah kebetulan yang menyenangkan. Kenapa gue merasa seperti itu, saat kita bertemu seseorang apa mereka adalah orang-orang yang kita pilih untuk bisa kita temui? Gue rasa tidak. Kebetulan gue ikut SNMPTN, kebetulan gue kuliah, kebetulan gue bertemu teman-teman gue, kebetulan gue bertemu Abang, kebetulan gue bertemu Irwan. Jika boleh memilih gue tidak ingin bertemu Abang ataupun teman-teman gue yang lain, untuk apa dipertemukan jika pada akhirnya kita akan berpisah. Gue tidak menyesal bertemu mereka, karena mereka membantu gue belajar, tapi gue menyesal tidak memperlakukan mereka dengan baik.

"Penyesalan selalu datang disaat-saat terakhir" sebenarnya kata-kata itu bukan yang pertama kalinya gue dengar, tapi saat Irwan yang mengatakannya, entahlah.

dia bilang "tidak enak rasanya hidup dengan penyesalan seperti ini..."

"...tapi hidup harus tetap berlanjut, mau tidak mau, suka tidak suka, masa depan harus kita hadapi..." timpal gue.

Dia menambahkan "...masa lalu bukan untuk ditakuti, lo masih muda, sekarang akan menjadi masa lalu, saat lo menyesal ingat lo bukan satu-satunya orang yang menyesali masa lalu, gue dan semua orang yang pernah hidup pasti pernah menyesal. Seperti yang lo bilang hidup akan terus berlanjut"

Itulah Irwan, Sohib gue yang harus gue akui terkadang dia bisa menjadi kakak yang baik buat gue. FYI, perbincangan yang terjadi antara gue dan Irwan tidak terjadi dalam bahasa indonesia yang baku seperti yang dituliskan diatas.

Friday, 1 July 2011

Warna Hari Gue

Pagi ini bangun dan berharap dunia akan bersikap manis pada gue. Ingin rasanya membuang jauh-jauh semua urusan gue, tidak memikirkan surat-surat pindah, tidak memikirkan teman-teman gue.

Semangat pagi diawali dengan lawakan-lawakan gue, yang disadari atau tidak, gue merasa hampir 2 minggu terakhir emosi gue kurang stabil, gue bisa sedih, marah, bahagia disaat yang bersamaan ::Gila kali gue:: hhahaha. Berangkatlah gue dengan kaki sedikit pincang, udah dua hari kaki pincang, sedikit mengkhawatirkan keadaan kaki tapi yaasudahlah. Untungnya hari inipun berangkat selalu dapet duduk dan selalu kosong, roman-romannya entar pulang agak-agak tersiksa nih gue ::curiga::

memilih ke Dukuh Atas2 agar mendapatkan tempat duduk bukanlah hal yang paling benar. Ternyata eh ternyata, TraJa kor 4 pertama yang lewat di depan gue adalah JTM 007 dimana yang bertugas itu adalah seorang SULISTYONO

┌П┐(►_◄)┌П┐

*Siaaaaal! Kenapa kaki gue nggak bisa bergerak* ::paniiik dalam hati::

*Tenang, jangan panik, pura-pura aja nggak kenal... syalalala \(˘ ³˘)/ ♫ ♪*

*anjrit siapa nih yang nyolek tangan gue* sedikit menoleh ::jeng jeng:: Sulis di depan muka gue sambil memamerkan senyum termanisnya ke gue "ayooo! ikut ga?" ::tidak lupa logat jawanya:: tersenyum lemas, sambil menggigit bibir, langsung bergerak ke pegangan terdekat lalu terjatuh disana, bener-bener nggak inget kaki (‾.‾")

di kampus, bertemu dengan kakak Geography yang lucu itu *\(˘▽˘)/*. Lalu tiba-tiba mendengar kabar yang tidak mengenakan, membuat gue berjalan tidak tentu arah, berjalan tanpa tujuan.

Keluar UNJ tidak langsung menuju halte busway, gue ingin menangis, gue benar-benar ingin menangis. Sedikit mengeluarkan air mata, lalu.... *SREEEET* terdengar suara yang cukup menghebohkan warga sekitar, ternyata busway nyerempet bemper mobil di U Turn sebelum Shelter UNJ. Terjadilah adu mulut antara si Empunya Mobil, si Pramudi BusWay, Si OnBoard BusWay dan para pemuda yang bertanggung jawab di U Turn itu.

Kembali melanjutkan perjalanan, sesampainya di velodrome mendapat sms harapan dari Dian Wahyu, kembalilah gue kekampus. Tidak dipungkiri berada di kampus membuat saya sedikit stres. Gue menangis di depan anak Indonesia '08, hadeeuuh, cakep tuh padahal :D

pulanglah gue, sms Sohib dia bilang baru banget berangkat dari DuTas mau ke Ragunan, yasudah, gue memutuskan untuk turun di Matraman dan naek kor 9, ternyata itu hanya membawa masalah lain, tapi kocak juga sih naek kor 9 hari ini, banyak orang lucunya, dan sumpah baruloh pertama kalinya gue naek busway rasanya kaya begini. Hhaha.

Sampailah gue di tegal parang, si doi sms lagi katanya dia masih di duren tiga, tapi nggak tau gimana waktu gue baru jalan di SWPA KunTi, TraJanya doi lewat aja gitu, liat hp ada sms "dut dmana w udah dmampang". Huaaaah, kenapa doi lewat pas lampu ijo sih ::termehek-mehek::

memutuskan ke Stia Budi, eh naek JTM 058 yang bawa si Ganteng looh, #SanSanSantosaCakep. Pas lagi nunggu Irwan ada Ikkieeee, gue kaget ngeliatnya. Mau naek udah penuh banget, ditambah udah janji sama Sohib, alhasil melepas Ikkie.

Ketemu si Sohib juga nggak guna deh. Tapi gue puas ngatain batiknya hari ini. Tapi kenapa doi nggak pake seragam batiknya yang ada gambar BusWaynya yak? Tapi ngatain dia malah dikatain balik "gendut gendut pecicilan deh lo, pantes kaki keseleo"

tapi hari ini bener-bener deh makasih buat orang-orang BAAK, orang TU FBS, Pa' Muchtar, Pa' Djunaedi, Mme Asti, Mba Tuti, M. Usaha, kakak B. Indonesia, Azka Mirra, Dian Wahyu, Ria Ismayani, tukang parkir FIS, kakak Geografi, calon MaBa yang tadi pulpennya gue pinjem, Pramudi, OnBoard PP 024 yang tadi nabrak, yang punya mobil, pemuda pengatur lalulintas, Sulis, Penumpang BusWay Kor 9, SanSan Santosa, Ikkie dan Irwan. Kalian membuat hari gue menjadi lebih berwarna hari ini, setidaknya hari ini hidup gue tidak benar-benar menyedihkan. Dan kakiku, terimakasih masih bertahan untukku karena jika diingat hari ini yang paling tersiksa adalah kamu :* :*

Godaan Sulis

Huaaah, hari ini Sulis menyebalkan. Kalian kenal Sulis? dia itu mantannya gue... mantan gebetan maksudnya. Hhaha.

Gilaaa! kalian tau seberapa besar pengorbanan gue untuk menghindari dia? Setiap naek busway dan tidak sengaja bertemu dia dan memang selalu bertemu dia *yang gue bingung setelah gue berhenti ngebolang intensitas ketemu dia lebih sering dibanding dulu waktu gue sering nunggu dia dan muter-muter kaya orang gila*, gue selalu berusaha untuk tidak tergoda ngikut TraJanya dia, walau rasanya ingin sekali loncat kedalamnya.

Biasanya saat bertemu dia, gue pura-pura tidak menyadari keberadaannya, berusaha tidak menatap matanya tapi gue tetap merasakan detak jantung gue yang berdetak cepat dan akan selalu begitu, dianya juga ga macem-macem, ga ada yang namanya genit-genitan.

Seperti biasa gue ke dukuh atas2, baru berangkat nih ceritanya, pas di latuharhary gue liat TraJa Kor 4 baru mau ke DuTas2 jadi gue memutuskan untuk naik dari DuTas aja, naah, kita langsung keDuTas nih ceritanya. Gue baris di antrian pulo gadung, ga nyangka jika ternyata TraJa blakang gue Sulis T.T. JTM 007, gue ngantri dibarisan ke2, pas ngeliat Sulis gue langsung diem, gue ga maju sama sekali tanpa gue sadari ternyata udah ga ada antrian lagi dibelakang gue. Gue pura-pura nggak liat dia, sumpah, tiba-tiba dia nyolek gue, waktu gue nengok, mukanya si doi *klo bahasanya si Dewi Permatasari* close up, pas gitu langsung di muka gue, memperlihatkan gingsulnya yang membuat dia terlihat sangat manis, gue? Jangan ditanya, langsung speechless, cuman ngegeleng-geleng sambil cengar-cengir.

Sial deh ya tu orang, masalahnya dia tau gue demen sama dia kayanya, itu yang bikin gue malu ketemu doi.

Aku lebai

Untuk kakiku tersayang, kau sudah mengenalku dan hidup denganku seumur hidupku. Aku tau kamu marah padaku karena aku tidak memperlakukanmu dengan baik dan sekarang aku sudah mendapatkan ganjarannya. Maaf kan aku.

Untuk anggota tubuhku yang lain, terimakasih. Kalian telah banyak menolongku, aku sangat bersyukur memiliki kalian seutuhnya, aku tidak bisa melakukan apapun tanpa kalian. Aku mohon ampun, seandainya kalian merasa tersakiti atas perbuatan ku.

Maafkan aku, kalian tau, aku sangat membutuhkan kalian lebih dari apapun.

Wednesday, 29 June 2011

kecewa

Libur nih hari ini, awalnya mau ke PRJ, gagal karena ternyata kemarin gue keseleo. Keseleo karena gue melakukan latihan yang sangat sangat sangat tidak berguna. Besok ceritanya ada perpisahan dosen, gue sama sekali tidak ingin ikut ambil bagian dalam acara ini tapi apa boleh dikata, terpaksa ikut dan selalu meyakini dalam hati, tidak ada masalah ini yang terakhir kalinya. Setiap latihan tidak pernah ada hasil, menentukan jadwal latihan bentrok dengan jadwal gue mengurus surat-surat kepindahan gue, dan kemarin latihan lutut kanan gue keseleo membuat gue kehilangan keseimbangan, apa ada yang mempedulikan keadaan gue? TIDAK SATUPUN. Perjalanan pulang dari UNJ Rawamangun ke Pamulang adalah perjalanan terberat yang pernah gue jalanin, menahan sakit dan tangis sepanjang jalan.

Hari ini memutuskan di urut, ditelponlah Bude untuk ngurut gue, and it hurt like hell :'(. Siaal, sepertinya besok gue tidak bisa jalan. Gue sms ke salah satu TEMEN yang entah penanggung jawab acara itu atau apalah, dia cuman bales "yaah terus gimana dong, besok harus bisa dong pink please" saat nerima sms itu gue tertawa, gue bilang kaki gue keseleo dan dia bilang besok harus bisa, itu bukan balasan yang ingin gue dapat. Lalu dia bilang "olesin conterpain" dan "jangan menyerah", dia pikir gue bego apa, saat sampe rumah semua orang yang ada dirumah juga udah berusaha mengempeskan lutut gue.

Kecewakah gue pada sikapnya? Sangat. Gila yaa, Irwan, yang gue kenal setengah tahun lalu dan bertemu dijalan saat gue bilang kaki gue keseleo dia minta gue istirahat 3 atau 4 hari untuk menyembuhkan total kaki gue. sedangkan dia, gue mengenalnya dua tahun yang lalu, dia malah MINTA gue untuk menyembuhkan kaki gue besok. Teman macam apa? Lebih mengkhawatirkan acaranya daripada keadaan gue.