Monday, 20 June 2011

Sohib

Hampir setahun gue mengenal sohib, gue melihat dia adalah pribadi yang menyenangkan, yang cepet akrab sama orang, anaknya lucu, lucu banget, kocak, periang, baik, cuek, sedikit jutek memang tampangnya tapi dia asik untuk diajak bicara, tidak ada kesedihan yang terlihat diwajahnya.

Dia selalu menceritakan hal-hal yang membuat gue tertawa entah itu fiktif atau memang benar-benar nyata.

Gue suka semua hal darinya, sifatnya, sense of humornya, semuanya. Bahkan sikap cueknya, terkadang sikap itu yang membantu pertemanan kita tetap lancar. Haha. Tapi seberapapun cueknya dia, dia tetap peduli sama temannya. Saat gue memiliki masalah dan butuh seorang teman, dia bisa menjadi salah satu pendengar yang baik dan terkadang setiap kata yang keluar dari mulutnya itu, woow, sangat mengejutkan, walaupun tempat curhatnya nggak banget.

Dia sering menceritakan tentang bagaimana pekerjaannya, tentang hari-harinya dia. beberapa kali dia bilang jika dia memiliki masalah, dia cerita tapi biasanya dipertengahan dia akan menyudahi ceritanya dan bilang "yaudahlah cerita yang laen aja", ya gue sih tidak pernah memaksa untuk dia bercerita, mungkin karena gue pada dasarnya memang bukan teman curhat yang baik. Hhehe.

Hari ini, dia bilang ingin menceritakan sesuatu, gue bilang silahkan, gue pikir dia akan menceritakan hal-hal konyol dalam hidupnya, tapi hari ini berbeda, dia bercerita dan gue melihat matanya memerah, gue melihat air mata itu keluar dari matanya saat itu dia membalikan badannya dan tidak membiarkan gue melihatnya. Saat itu gue hanya bingung harus melakukan apa, seperti yang gue bilang, gue bukanlah teman curhat yang baik, jika ingin curhat silahkan gue akan mendengarkan tapi jangan harap gue akan memberikan saran yang bagus. Hehe. Saat gue melihatnya, gue hanya bingung, gue cuman bilang "udah, jangan dipikirin" dan langsung ngasih dia lollipop. Dia ketawa dan mukul gue pake lollipop yang gue kasih tadi.

Tapi gue bahagia, bukan karena bahagia melihat Sohib menangis. Gue hanya bahagia karena entah bagaimana, gue merasa jika Sohib benar-benar menganggap gue ada dan benar-benar mempercayai gue. beneran deh, untuk pertama kalinya gue merasa seperti itu. Dan gue mengerti sekarang, seberapapun dia menampakan wajah yang ceria dia juga memiliki hati yang terluka.

0 comments:

Post a Comment